Politik & Pemerintahan

Dapat Hibah Rp 159 Miliar

PROBOLINGGO – Pemerintah Australia melalui Kemitraan Indonesia dan Australia untuk Infrastruktur (KIAT), memberikan bantuan hibah senilai Rp 159 miliar. Dana tersebut untuk proyek peningkatan kinerja dan pemeliharaan jalan daerah di Kabupaten Probolinggo.

Dana hibah tersebut akan digunakan selama 3 tahun ke depan. Yakni untuk membiayai pembangunan 7 ruas jalan menuju dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Bromo Tengger Semeru (BTS). “Proyek tersebut akan mulai digarap pada Maret mendatang,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo Prijono, Minggu (24/2).

Ia mengungkapkan, untuk menindaklanjuti program tersebut, Dinas PUPR telah telah melakukan survei jalan Tongas-Bromo. Total jalan yang akan dibangun sepanjang 37 kilometer yang terbagi dalam 7 koridor. Yakni Ruas Jalan Tongas–Lumbang (R.01), Ruas Jalan Lumbang – Lambang Kuning (R.03), dan Ruas Jalan Lumbang–Madakaripura (R.105).

Selanjutnya Ruas Jalan Sukapura–Lambang Kuning (R.60), Ruas Jalan Sukapura–Ngadisari (R.05), Ruas Jalan Ngadisari–Cemoro Lawang (R.06), dan Ruas Jalan Ngadisari–Laut Pasir (R.25).

“Survei sudah kami lakukan, kami targetkan mulai akhir Maret mendatang proyek peningkatan jalan itu dimulai. Skema pembiayaan proyeknya pakai sistem Reimburse, artinya biaya pengerjaan awalnya menggunakan APBD, setelah tuntas proyeknya baru 40 persen biaya penggarapannya diganti oleh KIAT Australia,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo mengungkapkan, skema Reimburse dipilih berdasarkan hasil kinerja yang terukur atas pekerjaan yang dilaksanakan oleh Pemda. Dasarnya adalah hasil verifikasi yang dilakukan oleh Tim Teknis DJBM.

Ruang lingkup kegiatan hibah ini kata Tutug, meliputi Pemeliharaan rutin jalan, termasuk Backlog and Minor Works (rutin kondisi). Lalu, backlog minimum dan holding treatment, pemeliharaan berkala jalan, rehabilitasi dan peningkatan jalan, serta peningkatan tata kelola dan sumberdaya manusia.

“Program ini bertujuan untuk mendukung penyediaan akses jalan layak menuju Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Bromo Tengger Semeru. Tahun lalu, program ini sukses besar dalam meningkatkan kualitas jalan kabupaten di Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat,” terangnya. (tm/eem)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan