Politik & Pemerintahan

107 Pejabat Berpeluang Jadi Kadis

PROBOLINGGO – Kekosongan lima posisi kepala dinas (kadis) di lingkungan Pemkab Probolinggo hingga saat ini belum terisi. Untuk mengisinya, pemkab dalam waktu dekat ini akan menggelar seleksi terbuka atau lelang jabatan. Tercatat setidaknya 170 pejabat setara eselon III yang memiliki peluang untuk naik tingkat ke eselon II.

Kepala Badan Kepagawaian Daerah (BKD) Kabupaten Probolinggo Abdul Halim menyebutkan, sebanyak 107 pejabat itu terdiri dari 104 pejabat eselon III b, dan 66 pejabat eselon III a.

“Pejabat eselon III b juga boleh ikut dalam seleksi ini. Dengan syarat minimal pernah memimpin OPD selama 2 tahun. Misalnya menjadi camat atau kepala bagian,” ungkapnya,” Minggu (17/2) kemarin.

Dijelaskan, dengan adanya syarat yang demikian itu, disebutnya tidak jauh berbeda dengan persyaratan umum lainnya bagi para pejabat eselon III yang ingin naik kelas mesti linear dengan posisi jabatan eselon II yang diincar. “Harus linear agar kualifikasinya memenuhi syarat yang dibutuhkan untuk mengisi jabatan yang kosong itu,” jelasnya.

Terkait teknisnya, Halim menyebut bahwa pihaknya masih menyiapkan tim panitia seleksi (Pansel) berisi pejabat eselon II di lingkungan Pemkab Probolinggo yang ditunjuk, akademisi dari perguruan tinggi, dan praktisi pemerintahan yang nama-namanya sudah diusulkan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), “Yang jelas dalam pansel itu ada nama saya dan pak Sekda sebagai ketua Pansel,” sebutnya.

Selanjutnya, pansel akan memilih tiga nama terbaik pada masing-masing lima posisi yang dilelang. Penentuan nama yang akan menempati kepala dinas, berada di tangan Bupati Probolinggo Hj P. Tantriana Sari. “Yang memutuskan nanti adalah Bupati Probolinggo,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Wahid Nurrahman mendukung langkah pemkab yang melakukan seleksi terbuka. Menurutnya, hal tersebut akan sangat membantu untuk mengisi jabatan strategis eselon II dengan pejabat yang benar-benar memiliki kualifikasi yang dibutuhkan.

“Sangat bagus. Karena nantinya yang menjadi kepala dinas sudah teruji track record-nya dan sesuai dengan potensi yang dimiliki. Dengan begitu kinerja OPD itu akan semakin maksimal,” ujarnya.

Diketahui saat ini ada lima posisi eselon II yang kosong, yaitu Dinas Kominfo, Statistik dan Persandian (Diskominfo); Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans); Dinas Pemuda, Olah Raga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud); RSUD Waluyo Jati Kraksaan; dan Bakesbangpol. Saat ini, 5 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut masih dipimpin seorang pelaksana tugas (plt). Plt tersebut menjabat hingga terpilih kepala dinas definitif hasil lelang jabatan. (tm/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan