Politik & Pemerintahan

Romy: Fadli Bukan Negarawan

PROBOLINGGO  – Sikap Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon yang enggan meminta maaf atas tindakannya menukar puisi berjudul “Doa”, terus mendapat reaksi. Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M. Romahurmuziy pun mengaku gregetan. Bahkan dia menyebut Fadli bukanlah seorang negarawan. 

Hal itu diungkapkan Romy,  sapaan akrab Romahurmuziy saat ditemui seusai mengisi seminar kebangsaan di gedung pertemuan Kemenag Kabupaten Probolinggo, Kamis (14/2). Menurut Romy, puisi buatan Fadli Zon yang secara eksplisit menyindir KH Maimoen Zubair, adalah suatu hal yang menyinggung dan menyakiti perasaan kalangan santri dan ulama di NU. Sebab, KH Maimun Zubair adalah tokoh Mustasyar PBNU dan juga pimpinan Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang.

“Secara apologi, Fadly memang tak menyebut puisi itu untuk Mbah Moen (KH Maimoen, red), namun tafsir publik yang terlanjur terbentuk harus segera dijawabnya. Tapi lagi-lagi dia tidak mengakui itu dan menyebut dirinya merasa tidak perlu meminta maaf kepada siapapun karena disebutnya dia tak menyinggung Mbah Moen,” kata Romy.

Dari situ, kata Romy, Fadly Zon bukan sosok negarawan, karena tidak ada adab pemimpin dalam diri Fadly Zon. “Sebagai seorang negarawan dan wakil rakyat, seharusnya Fadli menunjukkan sifat dan sikap mengayomi. Juga  harus memancarkan kebijaksanaan di hadapan masyarakat Indonesia,” katanya.

Menurutnya, penolakan permintaan maaf yang dilakukan oleh Fadli itu menunjukkan kualitasnya dalam memberikan respon terhadap publik yang jelas-jelas menyampaikan ketersinggungan. 

Bahkan dikatakan Romy ada video viral dari salah satu putra KH Maimoen yang menyampaikan agar disudahi saja polemik puisi “Doa yang Tertukar” itu. “Jangan-jangan kubu sebelah ini memang hobi mengadu domba ulama, bukannya membela ulama,” katanya.

 Terkait tuntutan permintaan maaf yang harus dilakukan oleh Fadli, Romy menyebut pihaknya kini sudah tak ambil pusing lagi. “Kalau saya bilang sekarepmu lah. Toh masyarakat kita ini sudah pintar menilai,” tandasnya. (tm/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan