Politik & Pemerintahan

Walikota Probolinggo Hadi Zainal Abidin menyambut antusias warga sebelum prosesi sertijab. Salah satu misinya adalah membuka kampus kedokteran di Kota Probolinggo. (Agus Purwoko/Koran Pantura)

Sertijab Walikota-Wawali, Nyatakan Bakal Buka Kampus Kedokteran

PROBOLINGGO – Walikota Probolinggo Hadi Zainal Abidin berniat menggandeng kerjasama dengan perguruan tinggi, lalu membuka kampus kedokteran di Kota Probolinggo. Fakultas kedokteran tersebut untuk melengkapi dan mendukung keberadaan rumah sakit berstandar nasional yang juga akan didirikan. Rumah sakit itu nantinya diharapkan menjadi rujukan pasien di daerah tapal kuda.

Hal itu disampaikan Walikota Hadi Zainal Abidin saat memaparkan visi-misi dan program kerjanya dalam acara serah terima jabatan (sertijab) walikota Probolinggo dari Hj Rukmini kepada pasangan Hadi Zainal Abidin dan M. Soufis Subri. Acara sertijab itu kemarin pagi (6/2) sukses digeber di gedung Widya Harja di Jl Panjaitan, Kota Probolinggo.

Selain soal rumah sakit rujukan dan kampus kedokteran, Walikota Hadi dan Wawali Subri juga akan mengalokasikan anggaran untuk pengadaan ambulans di setiap kelurahan. Berikutnya, akan dibentuk pula Gugus Reaksi Cepat (GRC).

Lalu di bidang pendidikan, Walikota Hadi akan memberdayakan Madrasah Diniyah (Madin) dan TPQ. Formula yang ditempuh untuk menyukseskan wajib belajar 9 tahun adalah mengalokasikan sebagian APBD demi pendidikan gratis melalui BOSDa  sebagai pendamping BOS dari APBN. “Ini untuk SD dan SMP sederajat negeri dan swasta. Khusus untuk sekolah negeri, tidak ada lagi tarikan biaya operasional sekolah,” tegasnya.

Di bidang investasi dan lapangan kerja, pemerintahan Walikota Hadi dan Wawali Subri  akan menggairahkan iklim investasi dan menciptakan lapangan kerja. Terutama mempermudah perizinan melalui Online Single Submission dan mendirikan mall pelayanan publik. Untuk pemberdayaan UMKM, pihaknya akan membantu mempromosikan produk UMKM melalui jaringan regional maupun nasional.

Selain itu, akan dijalin pula kerjasama dengan lembaga keuangan agar para UMKM mendapat fasilitas pinjaman lunak. Pemkot juga akan membangun sentra olahan dan kerajinan serta kuliner yang bersinergi.

Lalu, Walikota Hadi juga akan mendorong terbentuknya UMKM baru sebanyak 500 UMKM setiap tahun. “Kami juga akan mengakomodir sentra pengolahan ikan, terasi, ikan asin dan ikan asap. Kami juga berkeinginan di setiap kelurahan ada sentra produk unggulan,” katanya.

Sementara, Gubernur Jatim Soekarwo yang hadir di acara sertijab kemarin  mengapresiasi dan mendukung visi misi Walikota Hadi dan Wawali Subri. Namun menurutnya, yang lebih penting sebelum menciptakan UMKM baru adalah kesiapan sumber daya manusianya. Sebelum mencetak UMKM baru, SDM pengusahanya yang harus diperkuat.

“Di sini pendidikan berperan. Ditopang dengan kwalitas kesehatan. Jangan sampai pengusahanya sakit-sakitan. Begitu juga dengan siswa. Pendidikannya maju, tapi siswanya ngantukan, kan percuma. Jadi kesehatan dan pendidikan sama sama penting,” katanya.

Selanjutnya, Gubernur Soekarwo berpesan agar Walikota Hadi fokus pada ekonomi industri. Sebab selama ini, usaha di bidang industri hanya 15 persen. Menurut data di Pemprov Jatim, sektor jasa dan perdagangan yang menguasai ekonomi bisnis di Kota Probolinggo yakni 25 persen. “Kami berharap, sektor industri lebih serius digarap, karena karena menyedot tenaga kerja,” katanya.

Sementara itu, acara sertijab kemarin menyedot perhatian warga. Para pelajar tingkat SD sampai SMA dan sederajat kemarin pagi menyambut rombongan Walikota Hadi dan Wawali Subri saat bergerak dari rumah dinas menuju gedung Widya Harja.

Para pelajar yang menyambut Walikota dan Wawali baru itu juga ada yang  membawa alat musik berupa drum band dan rebana. Alat musik itu ditabuh mengiringi rombongan Walikota menuju gedung Widya Harja. (gus/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan