Politik & Pemerintahan

TPHD Bayar Rp 70 Juta

JAKARTA – Sejak berangkat hingga pulang, para jamaah haji asal Indonesia selalu didampingi oleh Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD). TPHD ditunjuk oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI melalui mekanisme khusus. Meski demikian, bukan berarti BPIH (Biaya Perjalanan Ibadah Haji) TPHD ditanggung oleh pemerintah.

Anggota Komisi VIII DPR RI H. Hasan Aminuddin mengatakan, TPHD dibentuk oleh Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI. “Biaya hajinya tidak ditanggung pemerintah. Mereka juga tidak mendapat dukungan dari dana nilai manfaat atau optimalisasi setoran BPIH. Jadi, TPHD ini berangkat dengan dana pribadi sebesar Rp 70.142.789,” terangnya.

Meski lebih mahal dari BPIH reguler, Hasan yakin akan sangat banyak orang yang berminat mendaftar dan terpilih menjadi TPHD. Pasalnya, jika terpilih dalam seleksi, mereka akan berangkat pada tahun ini juga meski harus mengeluarkan biaya cukup besar.

“Memangnya siapa yang tidak ingin lekas-lekas naik haji? Meski biayanya besar, orang akan berlomba-lomba agar bisa segera naik haji. Salah satu jalannya dengan menjadi TPHD. Kalau memang berminat, daftar saja, siapa tahu terpilih. Kalau terpilih, ya naik haji tahun ini juga,” tegasnya.

Hasan menerangkan, secara umum, ada 2 jenis TPHD. Masing-masing adalah petugas kloter yang tugasnya mendampingi para jamaah haji, dan petugas non kloter yang tidak mendampingi para jamaah haji.

“Tahun lalu, lebih dari seribu orang TPHD ditunjuk oleh pemerintah. Tahun ini saya kurang lebih sama. Tapi jumlah dan mekanisme pendaftarannya masih belum diumumkan,” ungkap suami dari Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari ini.

Petugas kloter terdiri dari Tim Pemandu Ibadah Haji (TPIH) dan Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI). Sementara petugas non kloter terdiri dari ratusan orang. Mereka berasal dari unsur Kemenag dan unsur terkait, media, TNI, Polri, dan petugas kesehatan. “Soal kapan pendaftaran dibuka, nanti akan ada informasi lebih lanjut,” kata Hasan. (eem)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan