Politik & Pemerintahan

Cakades Meninggal Dunia, Pilkades Sogaan Ditunda


PROBOLINGGO – Pemilihan kepala desa (pilkades) di Desa Sogaan, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo yang sedianya digelar pada Februari mendatang, ditunda. Pasalnya, salah satu calon kepala desa (cakades) dari 2 cakades yang ada, meninggal dunia, Rabu (5/1) pagi. Berdasarkan regulasi, jika hanya ada calon tunggal, maka pilkades harus ditunda.

Sumiati, seorang warga Desa Sogaan mengatakan, di desanya terdapat 2 cakades. Nomor urut 1 atas nama Kusmu, nomor urut 2 atas nama Abdur Rachim. Pada Rabu pagi, ia mendapatkan informasi bahwa cakades nomor urut 2 meninggal dunia.

“Informasinya dari kemarin-kemarinnya memang sempat 2 kali keluar masuk rumah sakit, lalu tadi pagi meninggal. Tapi saya tidak tahu meninggalnya di mana, di rumah sakit atau di rumahnya,” ujarnya.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto juga mengaku sudah mendengar kabar tersebut. Ia mengatakan, kejadian di Desa Sogaan, Kecamatan Pakuniran ini sama dengan kejadian di Desa Kerpangan, Kecamatan Leces beberapa waktu yang lalu. Baik di Sogaan maupun Kerpangan, hanya ada 2 cakades. Dan, salah satu di antara cakades di 2 desa tersebut meninggal dunia.

“Cakadesnya hanya 2 orang, dan 1 berhalangan tetap karena meninggal dunia. Akhirnya yang terjadi hanya terdapat calon tunggal,” katanya, Rabu (5/1).

Pria yang juga menjadi anggota di panitia kabupaten (pankab) pilkades tersebut memaparkan, pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi (rakor) terkait Pilkades Sogaan, Rabu (5/1) pagi. Pankab memutuskan pilkades Sogaan ditunda hingga pilkades serentak mendatang.

“Dari rakor tadi, diputuskan bahwa Pilkades di Desa Sogaan ditunda, dan ini sudah ditandatangani Bapak Plt (Pelaksana Tugas, red) Bupati,” ujarnya.

Dengan ditundanya Pilkades di Desa Sogaan tersebut, praktis jumlah desa yang akan mengikuti pilkades serentak pada 17 Februari mendatang berkurang. Pasalnya, selain Desa Sogaan, penundaan pilkades juga terjadi di 2 desa lainnya. Yakni Desa Kerpangan Kecamatan Leces dan Desa Randuputih Kecamatan Dringu.

“Semula direncanakan untuk 253 desa yang akan mengikuti pilkades serentak kali ini. Tapi ada penundaan untuk 3 desa. Jadi, yang lanjut tahapan pilkadesnya ada 250 desa,” terang Ugas. (ay/eem)


Bagikan Artikel