Politik & Pemerintahan

Pilkades Randuputih Terancam Diundur


PROBOLINGGO – Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Randuputih Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo terancam diundur. Pasalnya, kelima bacakades yang lolos tahap penilaian atau scoring, memilih mengundurkan diri. Bahkan dalam rapat pleno terakhir yang diadakan oleh panitia pemilih (Panlih) ditetapkan tidak ada Bacakades dalam Pilkades Randuputih.

Kabid Penataan Desa di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Probolinggo Nur Rachmad Sholeh membenarkan kondisi itu. Menurutnya, panlih tingkat desa menggelar rapat pleno untuk membahas perkembangan tahapan pilkades serentak di Randuputih. “Dari berita acara yang kami terima dari panlih setempat menyatakan bahwa tidak ada bacakades di Pilkades Randuputih,” ujarnya, Rabu (29/12) kemarin.

Dijelaskannya, pada awalnya di tahapan pendaftaran Pilkades  Randuputih ada sebanyak 7 Bacakades yang mendaftarkan diri. Setelah dilakukan verifikasi berkas, ternyata hanya 6 Bacakades yang lolos. Mereka itu yakni; Kusim (49), Khairul Waton (39), Abunawi (49), Aries Sabar Iman (35), Undariyati (52) dan Frendi Suhermanto (43).

“Dari tahapan scoring lantas bacakades atas nama Kusim dinyatakan gugur. Lantas menyisakan lima bacakades lainnya yang dinyatakan lolos dan ditetapkan lolos tahapan scoring,” jelasnya.

Dalam proses penetapan kelima Bacakades itu muncul polemik baru, yakni gugatan atau demo masyarakat desa Randuputih yang menyangsikan kelolosan salah satu bacakades yang diduga tidak lengkap syarat administrasinya. Bacakades tersebut yakni Khairul Waton, pendamping PKH desa setempat yang diduga tidak mengantongi surat ijin dari Kementerian Sosial (Kemensos) atas keikutsertaannya dalam Pilkades Randuputih.

“Bahkan minggu lalu ada aksi demo di kecamatan Dringu yang menuntut agar Panlih Randuputih bersikap netral dan profesional atas adanya dugaan itu. Namun tiba-tiba kelima Bacakades yang lolos itu, selang sehari usai aksi demo itu justru mengundurkan diri, hingga pada akhirnya desa Randuputih tidak punya bacakades, ” terangnya.

Lebih lanjut, terkait dengan masih adanya satu bacakdes atas nama Kusim yang tidak mengundurkan diri. Rachmad menyatakan bahwa yang bersangkutan tidak dapat kembali naik sebagai Bacakades. Pasalnya dia telah dinyatakan gugur dalam tahapan scoring. ”Bacakades yang sudah gugur dalam tahap scoring tidak dapat kembali naik menjadi bacakades, meski lima bacakades sudah mengundurkan diri,” tegasnya

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto menyatakan bahwa kisruh Pilkades di Randuputih disebabkan  ketidaktegasan dan netralnya Panlih desa setempat dalam melakukan seleksi bacakades.

“Bacakdes yang sebelumnya gugur di tahap scoring justru diloloskan. Sedangkan peraih skor tertinggi ditahap scoring justru digugurkan dalam rapat pleno dan diganti dengan bacakades yang sebelumnya digugurkan,” katanya.

Menurutnya, ketidak-tegasan dan kenetralan Panlih desa Randuputih itu diperkuat dengan adanya pengakuan dari Kusim yang menyatakan jika dirinya disodori oleh Panlih desa setempat untuk kembali maju sebagai salah satu bacakdes menggantikan bacakades lainnya yang mengundurkan diri. “Dari situ saja sudah terlihat tidak netral,” tegas Ugas.

Disebutnya jika semua bacakades di Desa Randuputih itu pada akhirnya tetap mengundurkan diri, maka pada akhirnya Pilkades Randuputih harus ditunda sampai periode Pilkades yang akan datang. “Semua keputusan ada di Panlih, termasuk juga konsekuensi hukum yang menyertainya,” sebutnya. (tm/iwy)


Bagikan Artikel