Politik & Pemerintahan

Satpol: Jangan Ada Banner Pilkades Sembarangan


PROBOLINGGO – Banner calon kepala desa menjadi perhatian Dinas Satpol PP Kabupaten PRobolinggo, terutama menjelas pelaksanaan Pilkades Serentak 2022. Satpol PP minta agar tidak ada banner sembarangan yang dipasang nantinya.

Tahapan pelaksanaan Pilkades serentak 253 desa di Kabupaten Probolinggo terus bergulir. Semakin mendekati momen pemungutan suara, pasti bakal ada banyak banner bertebaran. Untuk itu, Dinas Satpol PP setempat meminta agar tidak ada baner pilkades yang sembarangan.

Kasi Penyidik dan Penindakan (Dikdak) Satpol PP kabupaten Probolinggo Budi Utomo mengatakan, pada penertiban baner dan reklame, Kamis (25/11) lalu masih belum menemukan banner pilkades yang ditaruh sembarangan atau tanpa izin.

“Tidak ditemukan. Meski begitu, kami meminta jika memang nanti ada banner yang dinaikan. Tolong agar tidak sembarangan. Ikuti aturan dalam perbup yang telah diatur. Jika tidak, maka akan kami tertibkan, “katanya, kemarin.

Jika nanti menemukan ada banner yang dipasang sembarangan, pihaknya tak akan segan untuk mencopotnya secara langsung. Baik di sepanjang jalan protokol atau di jalan daerah dalam kabupaten.

Selama penertiban banner hingga saat ini, cukup banyak banner dan reklame yang ditertibkan. Penertiban itu dilakukan di seluruh kecamatan kabupaten Probolinggo, dan akan terus berlangsung setiap minggu ke depan.

“Kami prioritaskan di sepanjang jalan pantura. Penertiban ini akan dilakukan berjangka. Di kecamatan lain juga dilakukan oleh unit masing-masing,” ujar dia.

Budi menyebutkan, kebanyakan Baner yang ditertibkan itu berasal dari banner yang telah usang dan masa izinnya telah habis. Bahkan banner kegiatan yang telah diselenggarakan bulan lalu masih ditemukan.        “Karena izinnya sudah habis, maka kami tertibkan. Ada juga yang tidak sesuai tempatnya. Sehingga kami juga tertibkan,” jelasnya.

Penertiban itu dilakukan oleh pihaknya untuk menjaga keindahan dan menegakkan peraturan daerah tentang izin reklame. “Ada juga yang masih ditaruh di pohon. Padahal itu tidak boleh. Kami meminta agar masyarakat bisa tertib. Kalau  tidak, ya kami tertibkan,” ungkapnya. (yek/iwy)


Bagikan Artikel