Politik & Pemerintahan

Faktor Minimnya Pendaftar Bacakades di 5 Desa


PROBOLINGGO – Masa pendaftaran bacakades untuk Pilkades Serentak 2022 sudah ditutup. Tetapi ada lima desa penyelenggara pilkades yang bacakades pendaftar hanya satu orang. Mengapa ini terjadi?

Sebanyak 5 desa yang akan melangsungkan Pilkades pada Februari 2022 nanti tercatat hanya memiliki 1 bakal calon kepala desa (Bacakades) yang mendaftar. Hal ini membuat desa tersebut gagal memenuhi syarat minimal pendaftar.

Kelima desa tersebut ialah Randutatah dan Pondok Kelor di Kecamatan Paiton; Desa Sumberan di Kecamatan Besuk; Desa Tanjung di Kecamatan Pajarakan; dan Desa Ngadisari di Kecamatan Sukapura.

Dari penelusuran Koran Pantura, ada beberapa faktor yang menyebabkan hanya ada 1 bacakades yang mendaftar di 5 desa tersebut. Di desa Randutatah, ketokohan dari Suham membuat bacakades lainnya harus berfikir ulang untuk mendaftar. Pasalnya, Suham dikenal oleh masyarakat sekitar sebagai orang yang dermawan.

“Pak Suham ini dari dulu sering membantu masyarakat yang ingin membangun musala, kalau tidak salah sudah 6 musala yang dibantu pembangunanya. Selain itu, juga sering membantu anak yatim. Makanya ketika beliau mendaftar, yang lain jadinya berpikir ulang untuk ikutan maju, termasuk pihak incumben,” kata Muhammad Ghufron seorang pemuda setempat, Minggu (14/11).

Sedangkan di Desa Pondok Kelor, penyebab hanya ada 1 bacakades yang mendaftar diebabkan bacakades lainnya gagal memenuhi berkas-berkas yang menjadi syarat pendaftaran. “Di Pondok Kelor ini sejatinya ada 3 yang mendaftar. Cuma yang lengkap berkas persyaratannya hanya dari incumbent,” kata Kasi Ekonomi Kecamatan Paiton Sumarto.

Selanjutnya di Kecamatan Besuk ada Desa Sumberan, ketokohan Hasyim Sa’id Mansur tidak perlu dipertanyakan lagi. Alhasil, hingga tahapan pendaftaran Pilkades ditutup pada 9 November lalu, tidak ada bacakades lain yang ikut mendaftar.

“Selain ketohohan, yang bersangkutan juga terbilang bagus dalam memimpin Desa Sumberan di periode 2015 -2021. Jadi wajar kalau belum ada lawan,” kata Puja Kurniawan selaku Camat Besuk.

Sementara itu, untuk Desa Tanjung, Kecamatan Pajarakan, sejatinya adanya bacakades tunggal di desa Tanjung bisa diantisipasi. Namun, berkas persyaratan yang belum tuntas dilengkapi oleh bacakades lainnya membuat panitia di desa tersebut hanya menerima 1 bacakades.

“Baru 1 yang mendaftar, karena bacakades yang lain belum lengkap persyaratannya,” kata Ulfa salah seorang perangkat desa setempat.

Sementara di Desa Ngadisari, Kecamaan Sukapura, faktor yang disinyalir menjadi sebab hanya ada 1 bacakades yang mendaftar tidak terlepas dari beratnya tanggung jawab yang akan diemban oleh kades yang akan memimpin desa yang berada di sekitar Gunung Bromo tersebut. Pasalnya, kepala desa setempat akan mempunyai 2 tugas atau kewajiban, selain sebgai kepala pemerintahan, kades juga akan mendapatkan amanah sebagai kepala adat.

“Bahkan dengan adat yang seperti itu, ada desa yang bahkan tidak mempunyai bacakades sama sekali hingga ditutupnya pendaftaran,” kata Camat Sukapura Rochmat Widiatro.

Menanggapi hal terebut, Muhammad Idris selaku Kasi Pembinaan Aparatur Pemerintahan Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Probolinggo mengatakan, kelima desa dengan 1 bacakades tersebut akan kembali melakukan penjaringan ulang atau tahapan II pendaftaran pilkades pada 8 – 27 Desember nanti. Sebab, dalam pilkades serentak kali ini, regulasinya tidak memperbolehkan gelaran pilkades hanya diikuti oleh 1 cakades.

“Bukan hanya yang mempunyai 1 bacakades, yang belum memiliki juga akan dilakukan penjaringan ulang. Tapi, kalau sampai dalam tahapan penjaringan selanjutnya ini masih belum ada juga yang mendaftar, terpaksa pilkadesnya ditunda hingga gelaran pilkades serentak selanjutnya,” paparnya.

Seabagai informasi, Pilkades serentak akan digelar pada 17 Februari 2022 mendatang di 253 desa yang tersebar di 24 kecamatan. Ada 969 Bacakades yang saat ini tengah diverifikasi dan klarifikasi oleh panitia untuk ditetapkan sebagai calon kepala desa. (ay/iwy)


Bagikan Artikel