Politik & Pemerintahan

14 Desa Terapkan APBDesa Non Tunai


PROBOLINGGO – Sebuah langkah penting dilakukan oleh 14 pemerintah desa (pemdes) di Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. Belasan pemdes tersebut menjadi pilot project pemdes yang mampu menerapkan sistem pembayaran dan penyaluran kegiatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) secara non tunai.

Camat Tongas Abdul Ghofur menerangkan, para Penjabat Kepala Desa (Pj Kades) yang kini memimpin 14 desa di Kecamatan Tongas sudah menyatakan komitmen. Yakni untuk segera menerapkan pembayaran dan penyaluran APBDesa secara non tunai.

“Ini merupakan inovasi dari Pj Kepala Desa se-Kecamatan Tongas untuk melaksanakan Peraturan Bupati (Perbup) nomor 37 Tahun 2021 lebih awal,” kata Camat Ghafur, Rabu (13/10).

Ia menerangkan, komitmen penggunaan transaksi non tunai itu dimulai pada saat kegiatan persiapan penyaluran Dana Desa ((DD) tahap 3 secara non tunai. Kegiatan tersebut digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Probolinggo di Gedung Serbaguna di Desa Curahdringu, Kecamatan Tongas, beberapa waktu lalu.

“Sesuai Perbup nomor 37 tahun 2021 tentang Pengelolaan Keuangan Desa, sudah waktunya melaksanakan belanja desa non tunai. Termasuk pemahaman aset desa yang diwajibkan masuk PADesa,” terang Ghafur.

Sementara itu, Kepala Dinas PMD Kabupaten Probolinggo Edy Suryanto menyarankan agar RPJMDesa untuk 72 desa yang baru dilantik segera diselesaikan. Sebab maksimal tiga bulan setelah kades dilantik, pemdes wajib menyelesaikan RPJMDesa selama kurun waktu 6 tahun.

“Harapannnya, penerapan sistem penyaluran secara non tunai ini bisa juga diterapkan di ratusan desa di 23 kecamatan lainnya,” harap Edy. (tm/eem)


Bagikan Artikel