Politik & Pemerintahan

DPRD Kabupaten Probolinggo Sepakati R-APBD 2021


PROBOLINGGO – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Probolinggo menggelar rapat paripurna bersama pemerintah daerah (Pemda) setempat, Kamis (26/8) pagi. Rapat paripurna dipimpin langsung oleh oleh Ketua DPRD setempat Andi Suryanto Wibowo.

Agenda rapat paripurna tersebut ialah tentang Pemandangan Akhir (PA) fraksi-fraksi di DPRD setempat terkait Penetapan Rencana Peraturan Daerah (Raperda) Kabupaten Probolinggo. yakni tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Kabupaten Probolinggo tahun Anggaran 2021.

Pada rapat paripurna kali ini semua Pimpinan DPRD, ketua-ketua fraksi, dan anggota DPRD yang lain hadir secara langsung di gedung paripurna kantor dewan di Kecamatan Pajarakan. Dari pihak eksekutif, Wakil Bupati setempat HA. Timbul Prihanjoko dan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengikuti rapat paripurna secara daring.

PA dari Fraksi Partai NasDem, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar), Fraksi Partai Gerindra, Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dibacakan secara bergantian oleh Rika Apria Wijayanti. Secara umum, dalam PA semua fraksi sudah memahami dan menyepakati Raperda R-APBD tersebut.

Salah satu PA Fraksi partai NasDem membahas perihal kondisi jalan yang ada di Kabupaten Probolinggo masih banyak yang mengalami kerusakan. Fraksi Partai NasDem berharap perbaikannya bisa tetap dilakukan meski dengan metode tambal sulam.

Fraksi PKB berharap, dengan adanya R-APBD ini pihak eksetutif dapat terus mendorong OPD untuk dapat memfokuskan anggaran yang ada kepada pemulihan sektor perekonomian. Sementara Fraksi Partai Golkar menilai, pemerintah setempat sudah cukup berhasil dalam melakukan penanganan-penanganan kasus  Covid-19 di tengah masyarkat secara humanis. Oleh sebabnya, Fraksi Partai Golkar berharap hal ini dapat terus dilakukan.

Salah satu PA Fraksi Partai Gerindra berkaitan dengan pembangunan daerah. Fraksi Partai Gerindra berharap pemerintah bisa terus mendorong sejumlah OPD untuk terus bisa melakukan pembangunan infrastruktur yang menjadi skala prioritas. Sementara Fraksi PPP berharap OPD dapat memaksimalkan kinerjanya agar target daya serap anggaran bisa tercapai.

PA terakhir dari Fraksi PDIP. Salah satunya berkaitan dengan sistem pembelajaran yang digelar secara daring. Fraksi PDIP berharap, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dapat kembali dilakukan secara berkala seiring dengan terus berjalannya proses vaksinasi sampai dengan kondisi kembali normal.

Dalam R-APBD ini, terdapat perubahan anggaran. Baik anggaran pendapatan maupun dalam belanja daerah. Pendapatan Daerah yang semula Rp 2.336.111.676.353 bertambah menjadi Rp 2.341.585.502.546. Sedangkan belanja daerah berubah dari Rp 2.513.845.607.791 menjadi Rp 2.587.920.361.912.

Dari sisi Pembiayaan Daerah, penerimaannya juga mengalami penambahan. Semula Rp 205.117.001.438, berubah menjadi Rp 277.717.929.366. Sedangkan penerimaannya juga mengalami perubahan dari Rp 27.383.070.000 menjadi Rp 31.383.070.000.

Ketua DPRD setempat Andi Suryanto Wibowo menerangkan, secara bulat semua anggota DPRD setempat menyepakati adanya R-APBD tahun anggaran 2021. Ia berharap pihak eksekutif dapat memperhatikan penyampaian PA dari masing-masing fraksi demi mencapai Kabupaten Probolinggo yang lebih baik.

“Apa pun yang disampaikan oleh PA fraksi-fraksi kami harap bisa ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo untuk kebaikan, kesejahteraan, dan kemajuan Kabupaten Probolinggo,” tegasnya. (ay/adv)


Bagikan Artikel