Politik & Pemerintahan

Rehab Kantor Pemkot Disorot Dewan


PROBOLINGGO – Kantor Pemkot Probolinggo di Jl Panglima Sudirman sejak kemarin (24/8)  mulai direhab. Rencananya, untuk rehab tersebut dialokasikan anggaran Rp 310 juta, dan ditenggat selesai 2 Desember. Namun, acara rehab gedung pemkot ini jadi sorotan dewan, karena dilakukan dalam kondisi masih pandemi Covid-19.

Dari pantauan Koran Pantura, kemarin sejumlah pekerja terlihat melakukan pembongkaran genting di teras kantor pemkot. Sebagian lagi menggarap pekerjaan lain.  Sedangkan para ASN yang bekerja di lingkungan kantor pemkot masih menjalani aktivitas seperti biasa.

Kepala Dinas PUPR dan Perkim Kota Probolinggo Agus Hartadi mengatakan, sesuai dengan pagu anggaran yang sudah dilelang, rehab kantor pemkot itu dialokasikan Rp 400 juta. “Cuma setelah lelang, anggaran untuk perbaikan itu Rp 310 juta,” katanya.

Menurut Agus, pekerjaan rehab hanya di bagian depan. “Jadi nggak semua. Sebagian saja yang diperbaiki. Yang pasti, tampak depan nanti berubah,” ungkapnya.

Terkait pelayanan terhadap masyarakat, Agus mengaku sudah berkoordinasi sebelum   dilakukan pembongkaran. Jadi, rehab ini tidak akan mengganggu pelayanan terhadap masyarakat. “Yang pasti, itu sudah dipikirkan,  jadi tidak akan menganggu,” terangnya.

Dalam LPSE Kota Probolinggo, pemenang tender rehabilitasi kantor pemkot tersebut ialah CV Gunung Emas yang beralamat di Jalan A Yani, Kademangan Kota Probolinggo. CV itu menang tender rehab dengan nilai penawaran Rp 310 juta. Selanjutnya, sesuai dengan kontrak,  rehab akan dilaksanakan hingga 2 Desember mendatang.

Sementara, politisi PDI Perjuangan Agus Riyanto yang juga menjabat ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo menilai rehab kantor pemkot itu seharusnya tidak dilanjutkan. Anggarannya masih bisa dialihkan untuk penanganan Covid-19, atau untuk menyelesaikan pembangunan Pasar Baru agar selesai secepat mungkin.

“Saya tidak habis pikir, karena gedung saat ini tidak miring, tidak bocor ketika hujan dan masih layak, seharusnya anggaran pembangunan itu bisa jugar refocusing,” kata Agus saat dikonfirmasi Koran Pantura, kemarin.

Pria yang biasa disapa Agus 32 itu menyatakan, pemkot bisa merefocusing anggaran untuk masyarakat terdampak. Bisa jadi untuk pemberian bantuan terhadap warga Kota Probolinggo.

“Ya jangan seperti itu lah. Anggaran perdin kami kena refocusing Rp 4 miliar, padahal kami wakil rakyat bukan hanya soal perdin, tapi dalam anggaran perdin itu ada namanya peningkatan kapasitas,” katanya.

Menurut Agus 32, yang jadi prioritas saat ini sebenarnya bukan merevitalisasi kantor pemkot, melainkan Pasar Baru yang lama tidak kunjung rampung. “Harusnya pasar dulu yang dirampungkan. Kenapa demikian? Salah satunya karena pasar menjadi perputaran perekonomian masyarakat. Penting itu, agar warga kami bisa beraktivitas dengan baik. Daripada merehab  kantor pemkot, kan mending menyelesaikan revitalisasi Pasar Baru,” katanya.

Agus menyatakan, sebenarnya pihaknya sudah sering berkomunikasi dan berkoordinasi dengan eksekutif. Tetapi menurutnya, koordinasi mandek di tengah jalan. “Seperti saat RDP dua pekan lalu, ketika menanyakan progres pasar, ternyata perwakilannya menghilang. Itu kan nggak baik. Toh, kami tidak akan menanyakan siapa pemeneng tender dan bagaimana. Hanya, kami ingin fungsi pengawasan ini berjalan dengan baik. Ya termasuk soal rehab kantor pemkot. Ayo tangani pandemi ini agar segera berakhir. Kalau sudah berakhir, terserah sudah mau garap apa,” tandasnya. (rul/iwy)


Bagikan Artikel