Politik & Pemerintahan

Isoman ke Isoter Ditenggat Dua Minggu


PROBOLINGGO – Jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Probolinggo yang menjalankan isolasi mandiri (isoman) masih cukup tinggi. Karena itu pula, Kodim 0820 meminta agar pasien isoman pindah ke isoter atau isolasi terpusat.

Hal itu terungkap saat Kodim 0820 Probolinggo melakukan apel pasukan percepatan pemindahan warga isoman ke isoter. Apel di markas Kodim 0820 pada Rabu (18/8) itu Dandim Letkol Arh. Arip Budi Cahyono didampingi oleh Kapolres Probolinggo Kota AKBP Raden Muhammad Jauhari.

Selain itu, hadir pula Plt Kadinkes Kota Probolinggo Setyorini Sayekti, jajaran  Satgas Covid-19, BPBD, Satpol PP, tim kesehatan, Dishub, serta personel gabungan TNI-Polri yang tergabung dalam bagian tim isoter.

Berdasar informasi yang dihimpun, sampai saat ini masih ada sekitar 400 orang terkonfirmasi Covid-19 menjalankan isoman. Padahal, pemkot sendiri sudah menyediakan tempat isoter, yakni di Rusunawa Bestari dan Puskesmas Wonoasih. Yang terbaru, SMPN 6 di Kelurahan Kareng Lor juga akan dijadikan tempat isoter.

Dandim Letkol Arh. Arip Budi Cahyono mengatakan, apel ini bertujuan menekan upaya penanganan Covid-19 yang saat ini sedang merebak. “Pemindahan isoman ke isoter dilaksanankan berdasarkan pemikiran bahwa kita ingin sekali mengurangi penyebaran Covid-19,” katanya.

Pemindahan isoman ke isoter itu didasarkan instruksi dari Menko Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan pada saat meninjau PPKM level 4 di wilayah Malang Raya. Salah satu hasil dari pertemuan itu yakni memberikan batas waktu dua minggu mendatang. “Kita harus segera memindahkan pasien isoman ke isoter, sesuai yang ditargetkan Menteri Marves,” katanya.

Lebih lanjut, Dandim Letkol Arh. Arip Budi Cahyono mengatakan, pemindahan ini tentunya memiliki nilai strategis untuk mencegah penularan Covid-19. “Kegiatan ini mustahil dapat dilakukan tanpa adanya kerja sama semua unsur yang tergabung dalam Satgas Covid-19. Oleh karena itu kita melaksanakan apel gelar untuk mengecek sejauh mana kesiapan kita, baik dari segi personel, materiil, sarana dan prasarana kelengkapannya,” jelasnya.

Ia pun berharap pemindahan pasien isoman ke isoter dilakukan secara persuasif dengan komunikasi yang baik. “Yang paling penting kita harus dapat meyakinkan bahwa isoter lebih baik daripada isoman. Yakinkan kepada mereka dengan melaksanakan isoter, maka kesehatan akan dipantau oleh tenaga kesehatan secara optimal selama 24 jam dan secara tidak langsung akan mencegah penularan virus Corona kepada keluarga, orang tua, anak-anak, dan saudara,   termasuk mencegah penularan di mana kita tinggal,” terangnya. (rul/iwy)


Bagikan Artikel