Politik & Pemerintahan

Puluhan Miliar untuk Bantuan Petani


PROBOLINGGO – Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2021 di Kabupaten Probolinggo senilai Rp 57 miliar. Dari jumlah itu, 35 persen dana tersebut dialokasikan pada program pembinaan lingkungan sosial atau pemberian bantuan.

Kabag Administrasi Perekonomian Kabupaten Probolinggo Susilo Isnadi menyampaikan, pengelolaan DBHCHT tahun ini didasarkan dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 206. Kali ini, alokasi terbesar untuk pengelolaan dana tersebut diperuntukkan pada pemberian bantuan, sebanyak 35 persen.

Bantuan yang diperoleh dari dana tersebut dapat dirupakan Bantuan Langsung Tunai (BLT) khusus pada buruh tani.“Dana itu dibagi untuk 4 program. Paling besar untuk bantuan buruh tani ini sebanyak 35 persen,” kata Susilo, kemarin (17/8).

Kemudian, lanjut dia, disusul alokasi untuk program pembinaan industri, sosialisasi ketentuan cukai, dan pemberantasan BKC. Pogram ini mendapat jatah sebanyak 25 persen.

Begitu pula, imbuh Susilo, serupa dengan program pembinaan lingkungan sosial atau bidang kesehatan. Program ini juga mendapat jatah sebesar 25 persen dari pagu yang ditentukan.

Sementara, 15 persen sisanya dialokasikan pada program peningkatan kualitas bahan baku dan peningkatan keterampilan. “Setiap program itu ditangani oleh dinas terkait. Misalnya bidang kesehatan, akan ditangani oleh Dinas Kesehatan, RS Kraksaan, dan RS Tongas,” ungkap Susilo.

Ia menambahkan, alokasi dana tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pengelolaan dana tersebut menyesuaikan dengan kebutuhan dan keadaan. Sebelum masa pandemi, alokasi dana terbesar diberikan pada bidang kesehatan.

Sedangkan di tahun ini banyak dialokasikan pada bantuan, guna membantu perekonomian warga. Sebab, dana tersebut berasal dari cukai dan tembakau, sehingga diperuntukkan pada para buruh petani tembakau dan sekelilingnya. “Yang masih bersangkutan dengan tembakau,” ujarnya. (yek/iwy)


Bagikan Artikel