Politik & Pemerintahan

Bupati Tantang Kades Tuntaskan Vaksinasi


DRINGU – Kasus kematian akibat Covid-19 di Kecamatan Dringu termasuk tinggi. Ini membuat Bupati Probolinggo Hj. P Tantriana Sari dengan tegas menantang para kepala desa (kades) setempat untuk bisa menuntaskan program vaksinasi, paling lambat di akhir Agustus ini.

Tantangan tersebut diberikan Bupati Tantri, lantaran prihatin dan khawatir akan keselamatan rakyatnya di Kecamatan Dringu. Terlebih, berdasarkan data Dinkes Kabupaten Probolinggo, angka kematian di Kecamatan Dringu sangat  mengkhawatirkan. Sudah ada sebanyak 52 orang warga yang dilaporkan meninggal dunia akibat Covid-19.

“Karena itu, saya tegaskan dan tantang para kepala desa di kecamatan Dringu khususnya dan seluruh kabupaten Probolinggo pada umumnya. Apakah bisa dan mampu melakukan percepatan seperti di Desa Ngadisari yang telah sukses menuntaskan program vaksinasi Covid-19 bagi seluruh warganya,” tegas Bupati Tantri, Kamis (12/8).

Bupati Tantri sangat berharap agar para kepala desa yang ada di wilayah sekitar jalur pantura dan  dekat dengan pusat pemerintahan, lebih maksimal lagi dalam mengajak warganya untuk mengikuti vaksinasi. Terlebih dengan beredarnya informasi hoax terkait bahaya vaksinasi, tentunya pekerjaan tersebut tidak akan mudah.

“Butuh inprovisasi dan kreatifitas kepala desa dalam mengajak warganya untuk ikut vaksinasi. Bukan dengan cara menakut-nakuti karena rakyat sudah takut dengan Covid-19. Tapi dengan edukasi dan pengertian bahwa vaksin ada demi kesehatan dan kebaikan bersama. Saya yakin para kepala desa di kecamatan Dringu mumpuni untuk hal itu,” ujarnya.

Istri Wakil Ketua Komisi IV DPR RI H Hasan Aminuddin ini kemudian menyebut untuk saat ini capaian vaksinasi di seluruh wilayah kabupaten Probolinggo, baru diangka 25 persen. Angka tersebut disebutnya tidak terlalu tinggi, tidak juga terlalu rendah.

Namun, mengingat terus meningkatnya angka kasus positif Covid-19 di masyarakat, sehingga percepatan vaksinasi menjadi salah satu hal yang diprioritaskan saat ini. “Tidak hanya soal vaksinasinya saja, tapi lebih penting yakni kepedulian kita akan penerapan 5 M dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19 ini,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pabean Kecamatan Dringu Bambang Susilo mengaku bahwa capaian vaksinasi di desanya sudah ada diangka 60 persen lebih. Oleh karenanya, tantangan Bupati Tantri untuk suksesi vaksinasi di akhir bulan Agustus ini diyakini bisa terwujud, asalkan pasokan vaksin dari Dinkes selalu ada.

“Terkadang, kami terkendala dengan terbatasnya jumlah vaksin yang disediakan oleh Puskesmas. Asalkan itu bisa dipenuhi, kami selaku kepala desa akan selalu punya cara untuk membujuk warga agar ikut vaksinasi,” paparnya.

Namun demikian, dia optimis target 100 persen warga tervaksinasi pada akhir bulan Agustus dapat terpenuhi. Pasalnya dengan mayoritas warga yang belum tervaksin di desanya adalah kalangan remaja atau pelajar.

“Kalau program vaksinasi pelajar itu tuntas, maka capaian kami juga akan lebih tinggi. Tinggal nantinya mendata mana saja warga yang belum vaksin dan membujuknya agar segera divaksin,” pungkasnya. (tm/iwy)


Bagikan Artikel