Politik & Pemerintahan

Sah, 61 Kades Terpilih Dilantik Bupati Tantri


PROBOLINGGO – Sebanyak 61 kepala desa (kades) terpilih dari pemilihan kepala desa (pilkades) 5 Mei 2021 lalu di Kabupaten Probolinggo, resmi dilantik oleh Bupati Probolinggo Hj. P Tantriana Sari, Senin (9/8). Pelantikan dilakukan secara virtual di 21 lokasi berbeda.

Sejatinya, terdapat 62 kades yang harusnya dilantik pada pelantikan yang dipusatkan di Pendopo Kabupaten Probolinggo itu. Namun terdapat salah satu calon kades terpilih yang meninggal dunia sebelum pelantikan. Yakni Bupon, kades terpilih Desa Kedungsupit, Kecamatan Wonomerto.

Bupati Tantri mengungkapkan, suasana pelantikan kades kali ini berbeda dibanding biasanya. Sebab ia tidak bisa bertatap muka secara langsung dengan satu per satu kades terpilih. Namun hal itu sedikit terobati karena adanya 5 perwakilan kades yang hadir untuk dilantik secara simbolis oleh dirinya.

“Di situasi pandemi Covid-19 seperti saat ini, momen sakral seperti pelantikan Pilkades yang biasanya dirayakan dengan suka cita, terpaksa harus dibatasi. Harus disadari bahwa pelantikan kades secara virtual ini, merupakan bagian dari ikhtiar kita untuk mencegah penyebaran Covid-19,” tuturnya.

Bupati Tantri mengungkapkan, jabatan sebagai seorang kepala desa adalah representasi dari warga desa tempatnya terpilih. Oleh karenanya, seorang kepala desa harus bisa menjadi seorang motivator, fasilitator, dan mobilisator.

“Seorang kepala desa harus mampu memotivasi warga untuk taat prokes (protokol kesehatan), mampu memfasilitasi kebutuhan, sarana dan prasarana untuk kepentingan pembangunan desa serta pencegahan dan penanganan Covid-19, serta harus mampu merencanakan, menggerakkan, dan mengawasi pembangunan serta menumbuhkembangkan swadaya gotong royong masyarakat,” beber Bupati Tantri.

Lebih lanjut, Bupati Tantri meminta para kades harus berorientasi kepada hukum dan aturan yang berlaku. “Segera susun RPJMDes maksimal tiga bulan sejak dilantik,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kepala desa harus mengabdi dan mencurahkan seluruh daya dan upayanya untuk menjaga keselamatan warganya. Mulai dari memastikan diterapkannya prokes, menjamin keberhasilan pelaksanaan PPKM, hingga mendukung pencapaian target vaksinasi Covid-19 menuju herd immunity.

“Jangan sampai memberikan contoh yang tidak baik dengan mengabaikan prokes. Saya tak segan untuk menegur langsung apabila ada laporan yang menyebutkan salah satu kades ada yang tak taat prokes atau justru membiarkan warganya menggelar kegiatan yang mengabaikan prokes itu sendiri,” tegas Bupati Tantri.

Selain itu, yang tak kalah pentingnya yakni seorang kades harus bisa mempelajari dan memahami tugas pokok dan fungsinya sebagai kades. “Jalin komunikasi dan koordinasi yang baik dengan perangkat desa, BKD dan rangkul kembali mantan lawan politik untuk diajak bersama membangun desa menjadi lebih baik,” terang Istri dari Pimpinan Komisi IV DPR RI H Hasan Aminuddin ini.

Ia juga mengingatkan agar seluruh kepala desa untuk tidak bermain-main dengan Dana Desa (DD). Karena meskipun pengelolaannya ada di tangan kepala desa, namun apabila DD tersebut diakali sedemikian rupa, pasti suatu saat akan ketahuan juga.

“Mumpung masih baru dilantik, jadi saya ingatkan kepada para kepala desa agar jangan pernah mengkorupsi dana desa. Karena konsekwensinya sudah sangat jelas, yakni akan diproses secara hukum. Kelolalah secara baik, Insya Allah akan membawa berkah dan akan selamat dunia akhirat,” tutur Bupati Tantri. (tm/eem)


Bagikan Artikel