Peristiwa

Vinir Tersulut, Pabrik Kayu Dilalap Api


PROBOLINGGO – Perusahaan pengolah kayu menjadi Plywood (papan kayu lapis) di Jalan Profesor Hamka, Kelurahan Kareng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, terbakar. Kebakaran hebat yang terjadi, Jumat (23/7) sore tersebut tidak memakan korban.

Saat kejadian, ratusan karyawan berhasil keluar, sebelum si jago merah meluluhlantakkan pabrik. Belum diketahui penyebab pastinya, namun beberapa sumber yang ditemui, termasuk beberapa karyawannya menyebut, api berasal dari tengah pabrik.

Ditempat itu ada tumpukan kayu tipis (vinir) sisa papan kayu lapis. Disinyalir dari sanalah titik api dimulai. Hanya saja karyawan tersebut tidak memastikan. “Kan kayunya tipis banget. Mungkin kena sengatan matahari, terus timbul percikan api,” katanya saat kebakaran berlangsung.

Ditambahkan, begitu mengetahui ada titik api dan asapnya mengepul, seluruh karyawan spontan berhamburan keluar.

Tak lama kemudian, sejumlah kendaraan pemadam kebakaran (Damkar) tiba di tempat kejadian. Tiga damkar, 2 milik Pemkot Probolinggo dan 1 unit milik PT KTI yang diturunkan, tak mampu memadamkan api.

Api terus berkobar hingga pabrik rata dengan tanah. Petugas sulit memadamkan api karena angin Gending, berhembus kencang kearah utara. Petugas yang memadamkan api dari depan (utara) tidak bisa masuk pabrik.

Pemadam kesulitan menyemprotkan air karena jilatan api mengarah kepada mereka. (Agus Purwoko/KP)

Jilatan api yang memerah menghalangi petugas.  Beberapa kali petugas berusaha memadamkan api dari dekat, namun tidak bertahan lama. Mereka menjauh dari api, saat kobaran api yang menjulang dihempas angin gending yang begitu kencang.

Saking kuatnya, sehingga banyak sisa kayu dan bara api beterbangan dibawa angin. Bahkan, sampai ada bara api yang dibawa angin, jatuh diatap rumah warga.

Agar kebakaran tidak menjalar ke rumah warga depan pabrik atau utara jalan, petugas menyemprotkan air ke atap rumah tersebut. Setelah dipastikan bara api padam, petugas balik dan kembali memadamkan api yang membakar pabrik.

H. Suhartono warga sekitar yang rumahnya kejatuhan bara api mengaku, tidak tahu dari awal kejadiannya. Tahu-tahu ia melihat kepulan asap hitam dari dalam pabrik. Ia sempat melihat puluhan karyawan berhamburan keluar pabrik. “Begitu saya melihat asap, langsung saya lari ke depan pabrik. Ternyata, kebakaran,” katanya singkat.

Sementara, dilokasi kejadian, direktur CV Graha Papan Lestari (GraPARI)  Ilyas Aditiawan, pemilik perusahaan pemrosesan kayu mengaku, belum tahu penyebab dan kerugiannya. Ia menyatakan,  masih fokus pada pemadaman.

“Belum tahu. Tiba-tiba karyawan melihat asap. Lalu, mereka berhamburan keluar,” tandasnya.

Ilyas memastikan, tidak ada karyawan yang menjadi korban. Mengingat, menejemen langsung meminta seluruh karyawan keluar, begitu melihat asap. Mereka diminta keluar melewati jalur-jalur evakuasi yang telah disiapkan perusahaan. “Semua karyawan, selamat. Kalau kerugiannya, saya belum tahu,” katanya.

Di tempat yang sama, Kasi Pemadam Kebakaran pada Dinas Satpol PP Abdullah menyatakan, belum tahu penyebabnya. Dalam kebakaran tersebut, pihaknya menerjunkan tiga regu dan 3 kendaraan damkar. Menurutnya, pemadaman terbilang cukup lama, karena sudah satu jam lebih, api belum bisa ditaklukkan.

Penyebabnya, lanjutAbdullah, tidak ada akses jalan di kanan-kiri pabrik, sehingga petugas hanya bisa memadamkan api dari depan (utara). Sementara angin kencang dari arah selatan menuju utara. Akibatnya, petugas kesulitan mendekat ke titik api, karena terhalang kobaran api yang diterpa angin Gending.

Terpaksa petugas menyemprotkan air dari jarak jauh. Lantaran terlalu jauh, sehingga air yang disemprotkan tidak sampai ke titik api. “Airnya tidak menjangkau api. Ya, karena terlalu jauh. Akse jalan kearah selatan tidak ada. Terpaksa pemadaman dari utara saja,” pungkasnya. (gus/ra)


Bagikan Artikel