Peristiwa

Ditinggal Hajatan, Gudang Bawang Kobong


DRINGU – Sebuah gudang penyimpanan bibit bawang merah di Desa Kalirejo, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo ludes terbakar, Kamis (15/7) malam. Peristiwa itu terjadi ketika pemiliknya sedang menghadiri sebuah acara hajatan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Koran Pantura, peristiwa kebakaran yang terjadi sekitar pukul 20.25. Sebelumnya, pemilik gudang yang bernama Musmualim, warga Dusun Bengkingan RT.04/RW.02 sedang melakukan proses pengasapan bibit bawang merah sejak pukul 19.30. Pengasapan dilakukan dengan menggunakan api.

Tak lama kemudian, Musmualim terburu-buru menghadiri undangan hajatan seorang rekannya. Musmualim lantas menyiram tumpukan daun bawang untuk proses pengasapan itu dengan menggunakan air. Setelah dirasa aman, dia pun bergegas pergi dan meninggalkan tumpukan daun bawang yang masih mengeluarkan asap tersebut di dalam gudang.

Diduga pada saat ditinggal pergi itu, sisa bara api dalam tumpukan daun kering bawang itu tertiup angin kencang. Hal itu membuat bara api berubah menjadi kobaran api yang menjalar dan membakar seisi gudang yang dipenuhi oleh bibit bawang merah yang baru disimpan.

Supandi, seorang saksi mata kejadian yang yang tinggal bersebelahan dengan gudang milik Musmualim mengungkapkan, ia merasa curiga lantaran tiba-tiba muncul bau asap yang menyengat dari dalam gudang.
“Kalau kepulan asap untuk pengasapan bawang biasanya tidak sepekat itu. Kalau yang tadi itu, sangat pekat dan bau gosongnya sangat menyengat sekali. Akhirnya saya cek keluar. Ternyata benar, gudang itu ternyata sudah mulai terbakar,” ungkapnya.

Mengetahui ada kebakaran, Supandi pun bergegas berteriak minta tolong. Selanjutnya ia bersama warga lainnya mencoba memadamkan kobaran api tersebut dengan alat seadanya. Namun angin kencang membuat pemadaman api ala kadarnya itu pun tak banyak berarti melawan si jago merah.

Sekitar setengah jam kemudian, tepatnya sekitar pukul 21.10 malam, satu unit mobil pemadam kebakaran (damkar) Kabupaten Probolinggo tiba di lokasi dan melakukan proses pemadaman. Setengah jam berselang si jago merah berhasil dikendalikan. Namun ketika itu, kondisi seisi gudang yang sudah hangus tak bersisa.

“Penyebab kebakaran ini akibat faktor human error atau kesalahan manusia karena meninggalkan sumber api di sekitar barang yang mudah terbakar. Akibat kebakaran ini, kerugian ditaksir mencapai Rp 150 juta,” kata Su’ud Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran pada Dinas Satpol PP Kabupaten Probolinggo. (tm/eem)


Bagikan Artikel