Peristiwa

Pengadilan Agama Kraksaan Lockdown


KRAKSAAN – Kantor Pengadilan Agama (PA) Kraksaan mulai Senin (12/7) me-lockdown atau meniadakan seluruh kegiatan perkantoran. Hal itu tidak terlepas dari adanya penyebaran kasus Covid-19 di lingkungan PA Kraksaan.

Sebuah banner pemberitahuan atau pengumumam terkait lockdown-nya PA Kraksaan   terpasang jelas di gerbang masuk  kantor PA. Disebutkan bahaw lockdown PA Kraksaan mulai berlaku sejak 12 Juli sampai 19 Juli.

Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr. Dewi Vironica mengatakan, ada kasus di kantor pengadilan tersebut bermula saat salah satu pegawainya jatuh sakit. Ketika diperiksa, ternyata yang bersangkutan terkonfirmasi positif Covid-19.

“Awalnya ada 2 orang sakit, ketika diperiksa hailnya positif. Dari sana kemudian ketua PA meminta untuk dilakukan tracing. Pada tracing pertama Kamis (8/7) lalu, ada tambahan 3 orang yang positif,” katanya, Senin (12/7).

Ia melanjutkan, sejatinya pihak Satgas Covid-19 tidak menginstruksikan kepada pihak PA Kraksaan untuk melakukan lockdown. Ia menilai, tindakan lockdown sengaja diambil oleh pihak PA untuk mencegah adanya penyebaran kasus.

“Justru kami baru tahu kalau lockdown. Mungkin saja langkah itu diambil karena masih menungu beberapa hasil tes swab pegawai lainnya yang belum keluar, karena yang negatif pada tes pertama itu, kami swab lagi hari ini (12/7),” ungkapnya.

Saat ini, data swab di PA tersebut masih berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waluyo Jati Kraksaan. Diperkirakan, hasil swab kedua itu akan keluar pada hari ini. “Di PA ini total ada 40 orang pegawai yang kami tracing. Dan untuk tes kedua ini kemungkinan baru keluar besok (hari ini, red) atau paling lambat lusa (besok, red),” ujarnya. (ay/iwy)


Bagikan Artikel