Peristiwa

Dua Mobil Sasak Warung Nasi di Gending


GENDING – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalur Pantura Desa Randupitu, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Kamis (1/7) siang. Ada tiga mobil yang terlibat dalam peristiwa itu. Dua mobil di antaranya menyasak sebuah warung nasi di bahu jalan. Dalam kecelakaan ini beberapa korban hanya mengalami luka ringan.

Tiga mobil tersebut adalah Daihatsu Sigra warna merah bernopol N-1676-IB, Isuzu Panther bernopol N-1591-NN, dan Toyota Agya warna putih bernopol N-1712-QK.

Berdasar informasi yang dihimpun Koran Pantura, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Mulanya, mobil Sigra yang dikemudikan Tihar (42), warga Desa Sumberkare, Kecamatan Wonomerto, melaju dari arah barat ke timur dengan kecepatan tinggi.

Sampai di sekitar lokasi kejadian, mobil Sigra menstabilkan kecepatannya lantaran ada Panther yang dikemudikan Misnawi (62), warga Desa Randuputih, Kecamatan Dringu melaju searah di depannya.

Sementara di depan mobil Panther itu ada Agya putih berjalan searah. Mobil Agya putih  itu dikendarai Kari (53), warga Desa Mranggolawang, Kecamatan Dringu. Ketiga mobil tersebut melaju beriringan di sekitar lokasi kejadian.

Tak lama kemudian, mobil Panther menyalip Agya putih. Gerakan Panther ini ternyata diikuti oleh Sigra merah yang berada di belakangnya. Bahkan, mobil Sigra itu menyalip dua kendaraan sekaligus.

“Kebetulan mobil Panther ini menyalip kendaraan Agya putih di depannya.Tapi dari arah belakang tiba-tiba muncul mobil warna merah ini dan juga menyalip dua kendaraan sekaligus, sampai mepet kendaraan Panther,” kata Usman, salah seorang saksi di TKP.

Namun, saat Sigra menyalip mobil Panther itu, tiba-tiba ada kendaraan lain dari arah lawan. Demi menghindari benturan dengan kendaraan dari arah lawan, pengemudi Sigra itu memepetkan mobilnya ke arah kiri, hingga serempetan dengan mobil Panther. Kabin belakang Sigra itu mengenai moncong kanan depan Panther.

Pengemudi Panther yang kaget dengan kejadian itu, tak sempat injak rem dan menghindar. Sehingga bagian belakang Panther itu sempat disodok moncong mobil Agya putih yang berada di belakangnya.

Akhirnya mobil Panther dan Sigra itu langsung turun ke bahu jalan sebelah utara. Mobil Sigra itu sempat mengalami drift sampai 180 derajat sebelum menghantam warung nasi  di tepi jalan. Begitu pula mobil Panther mengalami drift hingga 180 drajat hingga terguling di samping warung.

“Kemudian Sigra dan Panther tersebut langsung masuk ke warung nasi, yang berada di sebelah utara jalan. Beruntung saat itu, warung tersebut masih belum buka. Sehingga tidak ada pengunjung warung, karena memang berjualan sore dan malam saja,” ungkap Usman. 

Warga sekitar yang berada di sekitar kejadian langsung berlarian membantu evakuasi korban. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Pengemudi mobil langsung diselamatkan keluar kendaraan.

Usai kejadian itu, Misnawi mengatakan bahwa mobil Sigra melaju dari arah barat ke timur dengan kecepatan tinggi. Saat menyalip, menurut dia, mobil itu terlalu mepet dengan mobil yang dikendarainya. Tiba-tiba mobil Sigra itu banting setir dan membuat dirinya kaget hingga tidak sempat injak rem.

“Jadi setelah nyalip kanan, langsung motong jalan saya sampai saya kaget dan tidak sempat mengerem. Akhirnya menerobos warung ini. Alhamdulillah selamat semua, tidak ada korban jiwa,” ungkap Misnawi yang kemarin hendak pergi menjenguk kerabatnya di Kecamatan Paiton.

Sedangkan anggota Satlantas Polres Probolinggo Bripka Tri Mulyono mengatakan, dari hasil olah TKP dan keterangan berbagai saksi lokasi, diduga kendaraan pengemudi Sigra saat menyalip kurang konsentrasi. Mobil itu langsung motong jalan.

“Saat ini kendaraan yang terlibat sudah kami bawa ke mako Satlantas di Jalan Suroyo. Tidak ada korban jiwa. Hanya kerugian meteriil antara tiga mobil dengan warung makan lalapan yang terkena imbasnya,” tutur dia. (yek/iwy)


Bagikan Artikel