Peristiwa

Asyik Nonton Piala Eropa, 2 Sapi Amblas Digondol Maling


PROBOLINGGO – Ahmad (41), warga Kelurahan Jrebeng Kulon, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo bernasib sial. Ketika dirinya sedang asyik menonton Piala Eropa (Euro) 2020 pada Rabu (30/6) dini hari, di saat itu pula 2 sapi miliknya digondol maling.

Ia mendapati sapinya lenyap pada pukul 03.30. Akibatnya, ia merugi Rp 30 juta. Peristiwa tersebut diungkap Ahmad, sekitar pukul 10.00, saat dikonfirmasi di rumahnya di Blok Mortantoh, RT 2 RW 2, Jalan Bengawan solo, Gang Ky Amin, Kelurahan setempat.

Ia menduga kejadiannya sekitar pukul 02.30, saat dirinya nonton pertandingan perempat final piala Eropa yang mempertemukan Swedia vs Ukraina dengan skor akhir 1:2.

Ahmad sempat memberi makan sapinya di kandang yang jadi satu dengan dapurnya pada pukul sekitar pukul 00.00. Setelah pukul 01.00, ia menunaikan shalat malam yang diteruskan mengaji.

Pada pukul 02.30, Ahmad mendengar bunyi glodag, namun ia tetap asyik melanjutkan nonton laga perempat final terakir Piala Eropa itu. Sebab, suara seperti itu setiap malam didengar, ketika sapinya bangun atau berdiri.

“Saya enggak curiga karena sudah biasa. Kalau sapi bangun, memang bunyi glodakan. Kan landasan atau lantai kandang dari bambu,” jelasnya.

Namun, saat dilihat usai pertandingan sekitar pukul 03.30, dua ekor sapinya sudah tidak ada. Dikatakan, pelaku masuk kandang dengan cara membobol salah satu papan kayu pintu. Kemudian pelaku memasukkan tangannya untuk membuka kancing atau Grendel pintu.

“Lewat sini. Ini pintunya dibobol. Tangannya dimasukkan untuk membuka Grendel,” ungkap Ahmad sambil mempraktekkannya.

Ahmad sempat mencari dengan cara mengikuti jejak kaki sapi. Namun upaya yang dilakukan bersama keluarga dan tetangga, tidak menuai hasil. Jejak sapi hilang di utara pemakaman China yang jarak dari rumahnya sekitar 1 kilometer. Karenanya, korban menghentikan pencariannya. “Karena enggak ada jejaknya, kita balik,” katanya.

Saat ditanya apakah sapi diangkut atau dinaikkan ke kendaraan atau mobil ? Ahmad menjawab tidak tahu. Yang pasti lanjutnya, dari rumahnya dibawa kabur dengan cara dituntun. “Enggak tahu, pokonya dari sini (Rumah) jalan kaki sampai di utara makam China,” sebutnya.

Ia menerangkan, dua ekor sapi yang dicolong, salah satunya milik saudaranya yang bernama Samat. Sementara sapi yang berukuran lebih kecil, milik Ahmat. Ia membeli sapi seharga Rp 13 juta tersebut sepekan lalu. Dibeli dari sisa uang, hasil penjualan sapi sebelumnya. (gus/awi)


Bagikan Artikel