Peristiwa

Marak, Emak-Emak Curi Bunga di Probolinggo


PROBOLINGGO – Aksi pencurian bunga hias sedang marak di Kota Probolinggo. Yang terbaru, pencurian bunga hias terjadi di Perumahan Sumber Taman Indah (STI). Dalam semalam, sampai terjadi dua kali pencurian bunga dengan pelaku emak-emak.

Sabtu (27/6) petang, emak-emak mencuri bunga milik warga Perum STI bernama Fitri. Bunga itu diambil dari halaman depan rumah Fitri di Jalan Taman Tirta Blok PP. Peristiwa itu terekam kamera pengintai (CCTV) milik Hilmi Zein, tetangga depan Fitri. Kemudian video CCTV tersebut diunggah di media sosial facebook hingga viral.

Ada dua video yang diposting akun bernama Hilmi RZ. Dalam video pertama, tampak emak-emak berjalan kaki membawa tas kresek, tolah-toleh melihat situasi. Setelah yakin keadaan sepi, pelaku berjongkok lalu menarik bunga yang ditanam di pot. Kejadiannya berlangsung pukul 19.35 dalam waktu hanya 27 detik. Pelaku yang sendirian mengenakan pakaian serba biru, termasuk jilbabnya.

Aksi pencurian kedua terjadi satu jam kemudian, yaitu pukul 20.16. Pencurian kedua ini berlangsung agak lama, sekitar 2 menit. Seorang emak-emak berjalan kaki sambil menelepon seseorang dan berhenti di depan rumah Fitri, sambil tolah-toleh.

Pelaku yang berjilbab hitam itu tidak langsung mengambil bunga, tetapi meneruskan perjalanan. Beberapa saat kemudian, pelaku balik dan berhenti di depan rumah korban, lalu melanjutkan perjalanan.

Sejurus kemudian, pelaku datang lagi membawa sepeda motor, namun tidak dinaiki tetapi dituntun. Kendaraan Yamaha Mio matik tersebut lalu diparkir dan pelaku langsung mengangkat  bunga bersama potnya. Lalu dengan motor itu, pelaku membawa kabur bunga lengkap dengan potnya.

Saat hendak dikonfirmasi Selasa (29/6), Fitri tidak berada di rumah. Menurut Hilmi Zein, tetangganya, Fitri masih mengajar.

Hilmi mengakui ada dua kejadian pencurian bunga di rumah Fitri, dan terekam CCTV miliknya yang dipasang di teras rumah. Ia membeli kamera pengintai itu tiga bulan lalu, karena di lingkungannya banyak pencurian. Tak hanya bunga, helm dan sepeda motor warga juga kerap hilang.

Tentang pencurian bunga milik Fitri, Hilmi menyebut pelaku yang terekam CCTV semuanya perempuan. “Pelakunya, semuanya emak-emak. Enggak tahu.  Orang sini atau orang mana,” tuturnya.   

Saat kejadian, korban ada di dalam rumahnya. Aksi pencurian itu baru diketahui minggu pagi. Usai mendengar kabar tersebut, Hilmi langsung mengecek rekaman CCTV-nya. “Kejadiannya, selisih satu jam. Dulu tamu Bu Fitri kehilangan helm. Sempat terekam CCTV, tapi bukan saat mengambil,” ujarnya.

Bunga yang dicuri itu memang harganya tidak sampai jutaan rupiah. “Tetapi kami sebagai warga, resah. Tidak nyaman, khawatir barang yang lain, hilang,” tambah Hilmi. 

Sugeng (60), juga tetangga Fitri, mengakui pencurian marak terjadi di pemukimannya. Selain sepeda motor, helm pun dicuri. “Ya memang marak pencurian di sini. Terutama bunga. Yang rumah sebelah, pernah kemalingan bunga,” katanya.

Sementara, Kapolsek Wonoasih Kompol Kuzaini mengatakan, belum ada laporan soal pencurian bunga di Perumahan STI. Walau begitu, pihaknya akan mendatangi rumah korban guna meminta penjelasan. “Belum ada laporan. Tapi anggota kami akan ke lokasi. Ya, akan kami tindak-lanjuti dengan penyelidikan,” katanya. (gus/iwy)


Bagikan Artikel