Peristiwa

Bocah 6 Tahun Tewas Tenggelam


GADING – Duka menyelimuti keluarga Sulastri, warga Desa Condong, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo. Putri kesayangannya, Anindita Keysa Zahra, ditemukan mengambang tak bernyawa di bibir sungai pekalen desa setempat, Minggu (27/6) siang. Bocah 6 tahun itu tenggelam setelah mandi bersama saudaranya.

Berdasar informasi yang dihimpun Koran Pantura, kejadian itu bermula ketika Anindita tengah bermain dan mandi di aliran sungai pekalen desa setempat, sekira pukul 09.00 WIB. Di sungai yang tak jauh dari tempat tinggal itu, Anindita ditemani oleh saudaranya, Jesika, dan seorang teman sebayanya.

Sebelum bermain di sungai itu, mereka bertiga sempat berpamitan pada keluarga. Sebab, di lokasi yang dituju para bocah itu, sudah menjadi tempat mandi warga setempat. Bahkan mereka bukan kali pertama mandi dan bermain di sungai tersebut.

Sayangnya, saat kejadian itu tidak ada warga yang menemani atau memantau aktivitas mereka. Sejam kemudian, Jesika dan seorang temannya kembali ke rumah.Karena bocah tuna rungu itu pulang tanpa adiknya, Abdullah, paman korban, lantas menanyakan keberadaan Anindita.

“Mbaknya itu pulang sendirian. Ditanya sama pamannya, kemana adiknya.  Dijawab sama mbaknya, kalau adiknya tenggelam di sungai,” ujar Kepala Desa Condong  Ammar Jasuri saat dikonfirmasi kemarin.

Mendengar pernyataan dari gadis tuna rungu itu, Abdullah sontak lari ke lokasi para bocah itu mandi. Dengan diikuti oleh warga setempat, Abdullah menyisir sepanjang aliran sungai Pekalen yang deras dan luas itu.

Sekitar 2 jam kemudin, sekitar pukul 13.00 WIB, korban ditemukan di bibir sungai. Berjarak sekitar 300 meter dari lokasi kejadian itu. Anak kedua dari tiga bersaudara itu ditemukan tersangkut bebatuan setelah diseret derasnya aliran sungai.

Bocah 6 tahun itu ditemukan dalam kondisi mengambang dan tak bernyawa. Warga langsung membawa gadis bocah itu ke rumah duka. Kelurga korban yang telah menunggu di rumah langsung berurai air mata. Isak tangis keluarga dan warga menggema di langit-langit atap rumah korban.

Kapolsek Gading Iptu Sugeng Riyadi menyampaikan, tenggelamnya korban diduga terseret oleh arus sungai pekalen. Korban ditemukan sekitar 300 meter dari lokasi kejadian. Warga yang ikut mengevakusi korban langsung membopongnya ke rumah duka.

Pihak keluarga korban telah menerima kejadian itu sebagai musibah. Sehingga, kata dia, keluarga langsung mengebumikan korban di tempat pemakanan desa setempat. “Keluarga mengakui dan menerima kejadian itu sebagai musibah,” ungkap Kapolsek. (yek/iwy)


Bagikan Artikel