Peristiwa

Pembuang Sampah ditemukan Tewas di TPS


PROBOLINGGO – Kematian bisa datang kapanpun, dimanapun dan pada saat apapun. Idris Sugianto (60), seorang pembuang sampah, ditemukan tak bernyawa di tempat pembuangan sampah sementara (TPS) di utara RTH Kedopok, Selasa (22/6) sekitar pukul 10.00.

Pria yang tinggal di Kelurahan/Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo tersebut ditemukan dalam kondisi tubuh telentang di tempat pemilahan sampah. Korban pertama kali ditemukan oleh pegawai Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Kemudian, petugas DLH meluncur ke rumah Abdurrohmat, ketua RT 5 – RW 5 Kelurahan Wonoasih. “Sekretaris DLH ke rumah. Ngasih tahu kalau warga saya, Idris Sugianto nggeblak,” kata Abdurrohmat saat ditemui di lokasi, kemarin.  

 Pria yang biasa disapa Rohmat tersebut meluncur ke TPS dengan seorang rekannya. Rohmat kemudian mengecek denyut nadi Idris Sugianto yang biasa disapa Yanto. Rohmat mendapati Yanto sudah tidak bernyawa. “Setelah itu kami menghubungi pihak keluarga, kelurahan, kecamatan dan polsek,” jelasnya.

Rohmat mengatakan, tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban dan tidak ada luka akibat senjata tajam. Dimungkinkan, korban meninggal karena sakit. “Korban memang sakit. Mungkin kecapekan,” tambahnya.

Sementara itu, seorang perempuan yang mengaku masih keluarga korban, meminta  petugas agar tidak melakukan otopsi. Ia meminta jasad korban langsung dipulangkan. Sebab, korban meninggal karena sakit. Meski begitu, petugas ambulans tetap membawa korban ke RSUD dr Moh. Saleh.

Penemuan mayat tersebut sempat memacetkan Jalan Mastrip. Sebab, pengendara motor ramai berhenti di bahu jalan. Tidak sedikit pula pengendara yang memarkir kendaraannya sembarangan, kemudian mendekati lokasi penemuan mayat tersebtu. Kemacetan terurai setelah petugas Polsek Wonoasih dan Polres Probolinggo Kota mengatur arus.

 Camat Wonoasih Deus Wanandi saat ditemui di lokasi kemarin mengaku datang untuk menindaklanjuti laporan warganya. Camat Deus datang dengan didampingi Lurah Wonoasih Mohammad Ghozali dan sejumlah perangkat. “Kedatangan kami ke sini sekedar memonitor. Kami dilapori warga kalau ada warga kami yang meninggal,” katanya.

Berdasar informasi yang didapat Camat Deus, korban sebelumnya memang sakit. Bahkan Yanto sempat diliburkan sebagai waker atau penjaga malam kantor Kelurahan Wonoasih, lantaran sakit. Tapi yang bersangkutan kemudian bekerja membuang sampah warga di lingkungannya ke TPS. “Ini ada lurahnya. Korban pernah menjadi waker, namun diistirahatkan karena sakit. Sekarang kerja buang sampah warga,” tandasnya.

Sementara, Kanit I Polres Probolinggo Kota Iptu Joko Murdiyanto mengatakan, sudah melakukan oleh TKP. Di tubuh korban tidak ada tanda-tanda kekerasan dan luka senjata tajam. Meski begitu, pihaknya tetap membawa jasad korban ke RSUD dr Moh. Saleh untuk diperiksa. “Korban masih diperiksa dokter RSUD dr Moh. Saleh,” katanya.

Terkait permintaan warga yang tidak menghendaki korban diotopsi, Joko   mengaku, belum tahu. Pihaknya belum bertemu dengan keluarga korban. Ia berjanji akan berkoordinasi. “Kami belum ketemu keluarganya. Soal perkembangan, nanti kita beritahukan,” jelasnya sebelum meninggalkan lokasi kejadian. (gus/iwy)


Bagikan Artikel