Peristiwa

Kraksaan – Pajarakan Zona Merah


KRAKSAAN – Sebanyak dua kecamatan di wilayah Kabupaten Probolinggo, yaitu Kraksaan dan Pajarakan, kembali berada di zona merah Covid-19. Hal itu dinyatakan oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 setempat sejak Minggu (20/6) lalu.

Juru bicara Satuan Tugas Penangan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr Dewi Vironica mengatakan, Kraksaan dan Pajarakan dalam beberapa hari terakhir terjadi peningkatan kasus, khusunya yang berasal dari klaster nakes (tenaga kesehatan). “Seperti halnya yang terjadi di RSUD Waluyo Jati, ada nakes yang bertugas di unit operasi terpapar Covid-19,” katanya, Senin (21/6).

Dari kondisi ini, pihaknya langsung melakukan tracing dengan tes swab terhadap orang yang memiliki kontak erat dengan nakes tersebut. Baik dari pihak keluarga maupun antar nakes. Hasilnya, sebagian keluarga dan beberapa teman dari nakes tersebut juga terpapar. “Keluarga dan temannya ini ada yang dari Kraksan ada yang dari Pajarakan, makanya di 2 kecamatan tersebut naik kasusnya,” ujarnya.

Ia melanjutkan, kalau semua yang terpapar tersebut tidak akan dilakukan metode tes sequencing genome untuk menentukan apakah terpapar covid varian baru atau tidak. Pasalnya, para pasien positif Covid-19 tersebutnilau Cycle Threshold Value (CT Value) berada di batas 25. “Sesuai dengan intruksi pemprov, untuk tes sequencing genome itu jika CT value-nya berada di bawah 25,” ujarnya.

Ia pun memastikan, penambahan kasus tersebut tidak ada yang berasal dari Pekerja Migran Indonesia (PMI). Sebab, jika ada PMI yang terpapar, pihaknya akan tetap melakukan tes sequencing genome tersebut. “Kalau PMI, kami akan tetap lakukan tes sequencing genome tanpa harus melihat nilai dari CT Value-nya,” ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, dokter Dewi mengimbau kepada masyarakat khususnya yang berada di 2 kecamatan itu untuk meningkatkan penerapan protokol kesehatan. Hal itu untuk mengantisipasi adanya tambahan kasus Covid-19. “Saat ini baik yang di Kraksaan maupun Pajarakan kasusnya sama, ada 16 orang yang terpapar di masing-masing kecamatan,” ujarnya. (ay/iwy)


Bagikan Artikel