Peristiwa

Bocah 4 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Kedunggaleng


DRINGU – Seorang bocah tewas tenggelam saat mandi di sungai Kedunggaleng di Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Kamis (17/6) siang. Peristiwa nahas tersebut menimpa Fadilah Fadil (4), putra dari pasangan Subiyantoro (40) dan Yeni (35), warga Dusun Kedungbajul, Desa Kedungdalem, Kecamatan Dringu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Koran Pantura, peristiwa tewasnya bocah tersebut terjadi sekitar pukul 12.15. Fadil bersama 3 temannya, yakni Bayu, Alan, dan Dimas, tengah mandi di aliran sungai Kedunggaleng. Lokasi sungai itu sekitar 50 meter di belakang rumah Fadil.

Awalnya, mereka mandi di tepian sungai. Namun belakangan, Fadil diketahui terseret arus ke tengah sungai yang lebih dalam. Akibatnya fatal. Fadil yang tak mahir berenang pun langsung tenggelam. Melihat hal itu, tiga temannya yang tak berani menolong. Mereka hanya bisa berteriak minta tolong kepada warga.

Mendengar teriakan para bocah itu, Kamil (60), seorang penambang pasir yang berada di dekat lokasi kejadian langsung mencoba untuk mencari dan menyelamatkan Fadil yang sudah tenggelam ke dasar sungai. Kamil tak sendirian. Ia juga dibantu oleh Dipan (16), seorang pelajar desa setempat. Dipan turut terjun ke sungai membantu mencari keberadaan Fadil.

Kabar tenggelamnya Fadil pun beredar dengan cepat di kalangan warga. Warga pun bergotong royong membantu pencarian Fadil. Setengah jam kemudian, pencarian membuahkan hasil. Fadil ditemukan sudah dalam kondisi tak sadarkan diri. Warga dibantu pihak kepolisian langsung melarikan Fadil ke RSU Wonolangan untuk mendapatkan perawatan medis. Namun sayangnya nyawa Fadil tak tertolong. Ia dinyatakan meninggal sekitar pukul 13.00.

Kapolsek Dringu Iptu Bagus Purnama dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, meninggalnya bocah berusia 4 tahun tersebut akibat tak bisa berenang ketika mandi di sungai Kedunggaleng.
“Kami menerima panggilan darurat dari masyarakat di nomor 110 yangelaporkan adanya bocah tenggelam di sungai Kedunggaleng. Anggota kami langsung bergerak cepat ke lokasi dan membantu proses pencarian hingga evakuasi jemasah ke rumah sakit. Namun sayang nyawa bocah tersebut sudah tidak tertolong,” ujarnya.

Iptu Bagus mengatakan, peristiwa tersebut adalah murni kecelakaan. Pihak keluarga sudah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah. Jenazah Fadil sudah dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) desa setempat.
“Kami mengimbau para orang tua, utamanya yang memiliki anak kecil untuk lebih meningkatkan pengawasannya terhadap mereka. Agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari. Peristiwa ini menjadi pembelajaran bersama bagi para orang tua. Jangan sampai hilang pengawasan karena akibatnya akan sangat fatal. Seperti kejadi yang terjadi di desa Kedungdalem ini,” imbau Iptu Bagus. (tm/eem)


Bagikan Artikel