Peristiwa

Dinilai Kotori Jalan, Puluhan PKL di Depan Pasar Semampir Ditertibkan


 

KRAKSAAN – Puluhan pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang jalan depan Pasar Semampir Kota Kraksaan ditertibkan oleh petugas kecamatan setempat, pada Selasa (15/6) pagi. Sebab, keberadaan pedagang di luar pasar itu dinilai membuat akses lalu lintas padat dan mengotori pemandangan pasar.

Sedikitnya ada sekitar 4 personel Satpol PP Kecamatan Kraksaan yang diturunkan dalam aksi penertiban itu. Aksi yang dilakukan sekitar pukul 08.00 WIB itu langsung menyasar sejumlah pedagang di bahu jalan depan Pasar Tradisional Semampir.

Sembari menyampaikan informasi atas penertiban itu, para personel lainnya bahu membahu mengangkut barang dagangan milik pedagang. Lincak dan alas dagangan pun digeser ke dalam pasar. Aksi itu sempat mendapat hujatan dari sejumlah pedagang.

“Siah mek kalak nyamannah. Oreng terro nyambungah odik ben nyareh rejekeh se halal mek e ranglarang. (Siah, kok seenaknya. Orang ini ingin menyambung hidup dan cari rejeki uang halal kok dilarang-larang, red),” ungkap seorang pedagang wanita di lokasi tersebut.

Hujatan serupa dengan motif ungkapan kalimat berbeda itusaling sahut antar pedagang saat aksi tersebut. Bahkan beberapa dari mereka ada yang mengungkapkannya dengan kalimat keras. Hanya saja penertiban terus dilakukan dan tak sampai terjadi konflik fisik antara petugas dan pedagang.

“Kami menertibakan para pedagang yang berjualan di bahu jalan depan pasar. Sebab, lapak mereka sangat menggangu aktifitas lalu lintas di jalan itu. Bahkan memakan ruas jalan,” kata Heri Daryanto selaku Kasi Trantib Kecamatan Kraksaan, usai aksi penertiban itu.

Penertiban itu, kata Heri, bukan berarti melarang para pedagang berjualan di luar pasar. Akan tetapi, aktifitas pedagang tersebut sudah melebihi batas waktu yang telah ditentukan. Yaitu, dari pukul 22.00 WIB hingga 06.00 WIB. Namun, fakta di lapangan pedagang nekal itu justru melampaui batas yang sudah ditemtukan.

Akibatnya, aktifitas lalu lintas di depan pasar ikut terganggu. Sebab ruas jalan banyak termakan oleh lapak semi permanen pedagang. Bahkan, bahu jalan yang biasa dijdikan lahan parkir kendaraan, nyaris tak ada.

Hari menegaskan, dari 28 pedagang yang ditertibkan itu, beberapa diantaranya memiliki lapak di dalam pasar. Mereka menjual dagangannya di luar pasar untuk mendapat penghasilan tambahan. “Lapaknya kami sita dan dibawa ke kecamatan. Nanti pedagang bisa mengambilnya lagi di kantor dengan syarat perjanjian agar tidak mengulanginya lagi,” jelasnya.

Sementara itu, Koordinator Pasar Semampir Joeli Santoso menambahkan, pihaknya sudah berkali-kali menyampaikan himbauan dan teguran pada para pedagang. Namun permintaan itu tak pernah dikabulkan oleh pedagang. Mereka masih bersikukuh membeberkan lapaknya di bahu jalan.

“Kami sudah meminta pedagang untuk tertib. Tapi mau bagaimana lagi, terpaksa harus dilakukan pertiban seperti ini agar mereka paham. Sebab, perbuatannya mengganggu aktifitas lalu lalang,” ungkapnya.(yek/iwy)


Bagikan Artikel