Peristiwa

Pasca Konvoi Berujung Perusakan Sekolah, Polresta Probolinggo Sweeping Pelajar


PROBOLINGGO – Polres Probolinggo Kota pada Selasa (8/6) siang menggelar operasi sekaligus sweeping terhadap pelajar. Langkah ini dilakukan agar pertikaian antara pelajar SMK  Ahmad Yani dengan SMK Negeri 4 yang terjadi Senin (7/6) lalu tidak meluas.

Sweeping kemarin digelar di depan SMK Ahmad Yani kampus II di Jalan Mastrip dan di depan SMKN 4 Jalan Semeru, Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan.

Sementara itu, petugas yang melakukan operasi di depan SMKN A Yani menilang beberapa pelajar. Selain tidak dapat menunjukkan kelengkapan surat, mereka mengendarai sepeda motor tanpa helm.

Petugas juga mengingatkan pengendara yang memodifikasi sepeda motornya. Mereka diminta untuk mengembalikan kondisi motornya sesuai spesifikasi standar. Termasuk knalpot yang diganti brong, diwajibkan diganti knalpot standarnya. “Besok diganti ya knalpot brongnya. Kalau ketahuan tidak diganti, kami tilang,” tegas petugas.

Kasatlantas AKP Roni Faslah yang memantau operasi tersebut menyempatkan diri memasang masker kepada pelajar yang kedapatan tidak memakai masker. Masker gratis tersebut diberikan setelah siswa tersebut dingatkan sebelumnya. “Harus pakai masker. Ini kan masih pandemi Covid 19,” ajaknya.

Usai razia di depan sekolah, petugas mendatangi siswa yang tengah beristirahat di dalam sekolah. Mereka mendapat pengarahan dari petugas soal kewajiban mengenakan helm dan membawa surat kendaraan saat berkendara. “Disiplin di jalan. Kalau waktunya pulang, langsung pulang jangan mampir-mampir,” pinta petugas.

AKP Roni Faslah menjelaskan, operasi dan patroli yang dilakukan ini dalam rangka mengantisipasi agar tidak sampai terjadi lagi insiden penyerangan. “Kami sosialisasi kedisiplinan di jalan. Selain kami tilang, mereka dan tas mereka juga kami geledah,” ujarnya.

Hal itu dilakukan sebagai upaya mencegah pelajar mabuk-mabukan. Sebab, tawuran antar pelajar dan penyerangan terhadap kelompok atau sekolah, ujar Kasatlantas, dipicu kondisi mabuk. Hanya dalam sweeping kemarin polisi tidak menemukan minuman keras maupun pil koplo serta narkoba.  

Sweeping seperti ini akan intens dilakukan polisi, baik di jalan, tempat-tempat berkumpulnya pelajar, dan di sekolah. “Operasi dan patroli tidak hanya hari ini, tetapi setiap hari. Untuk menciptakan rasa aman dan tenang,” pungkas AKP Roni Faslah.

Seperti diketahui, pada Senin lalu terjadi penyerangan di SMK Ahmad Yani. Sekolah itu dilempari batu oleh pelajar SMKN 4 yang sedang berkonvoi. Penyerangan tersebut sebagai balasan, karena sebelumnya ada pelajar SMK Ahmad Yani yang merayakan kelulusan dengan berkonvoi lalu melempari SMKN 4.

Sementara, usai operasi dan sweeping kemarin, digelar pertemuan antara SMK Ahmad Yani dengan SMKN 4 yang berlangsung di ruang guru SMK Ahmad Yani. Pertemuan itu membahas penyerangan yang terjadi Senin siang.

Dalam pertemuan itu  hadir pihak kelurahan, kecamatan, Babinsa dan Babinkamtibmas, serta jajaran Polres Probolinggo Kota. Saat hendak diwawancarai, kepala SMKN Ahmad Yani  enggan berkomentar dengan alasan pertemuan masih berlangsung. (gus/iwy)


Bagikan Artikel