Peristiwa

Terjaring Satpol PP, Diswab, PSK Nangis


PROBOLINGGO – Seorang Pekerja Seks Komersial (PSK) menangis di markas Satpol PP Kota Probolinggo, Sabtu, (22/5) sekitar pukul 23.00. Pasalnya, ia tidak mau diswab petugas kesehatan dengan alasan sakit.

PSK tersebut hanya salah satu dari 58 orang yang terjaring Satpol PP Kota Probolinggo dalam razia pada Sabtu malam itu. Ada 3 PSK yang berhasil dijaring dan diswab. Tetapi hanya satu PSK yang menolak dan menangis. Setelah diyakinkan bahwa swab tidak sakit, PSK tersebut akhirnya bersedia.

Selain tiga perempuan dan seorang lelaki pengguna jasanya, ada 54 remaja yang juga dijaring malam itu. mereka diamankan dari sejumlah tempat. Selain karena pesta miras, ada 2 remaja yang kedapatan mengantongi pil koplo.  

Di antara mereka ada sepasang remaja yang berstatus tunangan. Tetapi mereka mengaku tidak ikut minum minuman keras. “Enggak, kami tidak minum. Baru saja kami ngumpul, Satpol PP datang. Akhirnya, kami juga dibawa,” katanya.

Kepala Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Aman Suryaman menjelaskan, operasi pekat (penyakit masyarakat) malam itu berhasil mengamankan 58 orang. Tiga PSK dan seorang pengguna jasa PSK, serta 54 remaja diamankan di tempat dan waktu berbeda.

Tiga PSK dan seorang lelaki hidung belang diamankan di pesawahan timur rel KA Pasar Mangunharjo. Mereka diamankan setelah Satpol PP mendapat laporan dari pemilik lahan, bahwa sawahnya rusak akibat ulah PSK dan pengguna jasanya. “Telepon ke call center. Katanya sawahnya rusak akibat kegiatan prostitusi. Terus kami meluncur,” jelas Aman.

Sedangkan para remaja diamankan dari belakang sebuah kantor leasing. Di utara kantor Kecamatan Mayangan ada 5 remaja yangdiamankan, di Pasar Gotong Royong 15 remaja dan 5 remaja di sekitar Klenteng Sumber Naga, serta 24 remaja diamankan dari GOR Ahmad Yani. “GOR Yani tidak pernah dioperasi. Begitu dioperasi, kok hasilnya banyak, 24 remaja. GOR Yani menjadi tempat favorit,” ujar Aman. 

Untuk tiga PSK yang diamankan, kata Aman, selain diswab juga dites HIV/AIDS oleh petugas Dinas Kesehatan. “Hasil tes AIDS belum diketahui. Masih mau diperiksa di lab oleh Dinkes,” tambahnya.

Adapun untuk remaja yang pesta miras dan membawa pil koplo, selain orang tuanya dipanggil, mereka didata dan diwajibkan menandatangani surat pernyataan tidak akan mengulang perbuatannya. “Untuk sementara belum diketahui remaja mana saja yang pernah terjaring operasi,” katanya. (gus/iwy)


Bagikan Artikel