Peristiwa

Kuras Sumur, Dua Pekerja Tewas Keracunan Gas


TONGAS – Aktivitas menguras sumur bisa jadi sangat mematikan. Dua orang pria asal Desa Sebalung, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, Kamis (20/5) tewas saat menguras sumur yang berada di area pesawahan di Dusun Krajan, Desa Klampok, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo.

Petaka tersebut berawal saat tiga sekawan, yakni Totok (31), Nur Sholihin, (56) dan Sudiono mendapat pekerjaan untuk menguras sumur milik Totok yang airnya keruh. Untuk mempercepat pekerjaannya itu, mereka menggunakan mesin pompa. Itu untuk membantu proses penyedotan air dari dalam dasar sumur sedalam sekitar 10 meter itu.

Totok memutuskan untuk masuk lebih awal ke dalam sumur, dengan kondisi mesin pompa yang dihidupkan di dalam sumur. Selang berapa saat kemudian, Totok berteriak minta tolong karena merasa lemas dan sulit bernafas. Ia keracunan gas karbon monoksida (CO) yang dihasilkan dari asap mesin diesel pompa air.

Mengetahui itu, Nur Solihin pun bergegas turun kedalam sumur untuk menolong Totok. Namun meski telah mematikan mesin pompa air tersebut, gas CO di dalam sumur yang sempit itu sudah terlanjur sangat tinggi. Nur Solihin pun ikut tak sadarkan diri.

Mengetahui kedua rekannya tak sadarkan diri di dasar sumur, Sudiono panik dan bergegas turun juga ke dalam sumur. Namun malang, Sudiono yang baru turun beberapa meter ke dalam sumur ikutan pingsan karena keracunan gas CO. Alhasil ketiganya terkapar sekarat karena keracunan gas di dasar sumur.

Peristiwa itu segera diketahui oleh warga. Mereka bergegas memberikan pertolongan dan mengevakuasi ketiganya dari dasar sumur sekitar setengah jam kemudian. Namun setelah berhasil dievakuasi, ternyata Totok sudah dalam kondisi tak bernyawa. SedangkanNur Sholihin meninggal saat dalam perawatan di RSUD Tongas. Sementara Sudiono dapat diselamatkan meski kondisinya memprihatinkan.

“Mereka keracunan asap dari mesin pompa air yang dipakai menguras sumur sejak pagi tadi,” kata salah Mustofa salah seorang warga setempat, Kamis (20/5) kemarin.

Tim Identifikasi Polres Probolinggo Kota bersama Polsek Tongas yang tiba ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga meminta keterangan saksi. Petugas juga memasang garis polisi untuk sterilisasi TKP.

“Hasil penyelidikan sementara, ketiga korban ini tak sadarkan diri lantaran menghidup gas dari mesin pompa air yang dihidupkan. Nah saat ini, kita masih melakukan pendalaman penyelidikan,” ujar Kapolsek Tongas Iptu Gendut Wijayanto.

Menurutnya, proses penyelidikan atas kasus ini juga menunggu keterangan dari saksi kunci yang sekaligus korban, yakni Sudiono yang kondisinya masih lemah. “Nanti kita tunggu kesaksian dari korban, agar terungkap penyebab pastinya,” ujarnya. (tm/iwy)


Bagikan Artikel