Peristiwa

Pemudik Dipaksa Putar Balik, Nekat Cari Jalur Tikus


LECES – Mengantisipasi aktifitas mudik lebaran tahun 2021 yang dilarang, Polres Probolinggo Kamis (6/5) mulai mengaktifkan 3 pos penyekatan di titik keluar masuk wilayah Probolinggo. Ketiga pos penyekatan itu masing-masing berada di jalur pantura masuk Desa Binor, Kecamatan Paiton; di pintu keluar (exit tol) Leces; dan di Jalan Raya Malasan, Kecamatan Tegalsiwalan.

Kasatlantas Polres Probolinggo AKP Ponsen Dadang Martianto mengatakan,   keberadaan  tiga pos penyekatan ini berfungsi untuk memfilter keberadaan para pemudik yang masih nekat. Sebab, sudah ada larangan mudik dari pemerintah per Kamis (6/5).

“Tidak ada toleransi bagi para pemudik yang masih nekat melakukan mudik. Karena akan langsung kami perintahkan untuk putar balik,” ungkapnya, kemarin.

Dijelaskan, perintah untuk putar balik itu semata-mata demi mematuhi aturan pemerintah terkait larangan mudik di tahun 2021. Terlebih dengan masih adanya ancaman penyebaran Covid-19 yang masih terus mengancam dan berpotensi membuat terjadinya ledakan angka kasus.

“Sementara masih 60 kendaraan yang kami perintahkan untuk putar balik. Jumlah ini pastinya akan terus bertambah seiring waktu pemberlakuan larangan mudik mulai 6 Mei hingga 17 Mei mendatang,” sebutnya.

Ditambahkan, selain untuk memfilter kendaraan milik pemudik, keberadaan posko penyekatan itu juga berfungsi sebagai pos pantau untuk arus kendaraan lalu lintas. Termasuk di dalamnya yakni pos pantau yang berlokasi di alun-alun kota Kraksaan.

“Semoga warga mengerti dengan kondisi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini. Karena aturan ini dibuat demi kebaikan bersama, utamanya demi mengakhiri pandemi Covid-19 ini,” ujarnya.

Zainul Arifin (39), salah seorang warga Surabaya yang hendak mudik ke kampung halamannya di Banyuwangi, mengaku tahu jika ada larangan mudik. Namun dorongan kuat dari pihak keluarga besarnya di Banyuwangi membuatnya jadi nekat mudik.

“Disuruh putar balik mas sama petugasnya. Nanti akan kami coba lagi kalau posnya sudah sepi dan tidak ada petugas. Sementara cari tempat istirahat dulu, mungkin di rest area tol,” ujarnya kemarin.

Menurutnya, dirinya sempat berdebat dengan petugas kepolisian yang mengecek identitasnya. Ia sempat beralasan ada keluarganya yang sakit parah dan minta dijenguk. Namun petugas sepertinya tak mau tahu. Terlebih, dia tidak memiliki surat jalan dan surat keterangan lainnya.

“Repot kalau musuh petugas, akan selalu disalahkan. Jadi lebih baik mengalah dulu, nanti balik lagi lewat jalan tikus kalau ada. Pokoknya harus kumpul keluarga di kampung karena di kantor juga sudah libur,” katanya.

Sementara, Polres Probolinggo sebenarnya menyayangkan adanya warga yang masih nekat mudik. Sebab menurutnya, hal itu akan sia-sia belaka. Ada banyak posko penyekatan yang didirikan di berbagai titik di wilayah Jawa Timur, termasuk di Kabupaten Probolinggo.

“Mungkin bisa lolos di satu titik, tetapi bisa jadi terkena di posko penyekatan di daerah lain. Jadi, akan sia-sia saja, karena jalur umum dan jalur tikus akan dijaga ketat aparat kepolisian dan gabungan lainnya. Jadi lebih baik di rumah saja,” tegas Kasatlantas Polres Probolinggo AKP Ponsen Dadang Martianto. (tm/iwy)


Bagikan Artikel