Peristiwa

Dua Kru KRI Nanggala 402 dari Probolinggo, Keluarga Berharap Keajaiban


PROBOLINGGO – Kapal selam KRI Nanggala 402 hilang kontak di perairan utara pulau Bali, sejak Rabu (21/4) lalu. Minggu (25/4) petang Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan kapal selam tersebut tenggelam dan 53 awaknya gugur. Berdasar manifest kru kapal selam buatan Jerman tahun 1977 itu, dua di antaranya berasal dari Probolinggo.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Koran Pantura, kedua kru KRI Naggala 402 yang berasal dari Probolinggo ialah Kopda Kharisma, warga Perum Progo B3, Kelurahan Jrebeng Kulon, Kedopok, Kota Probolinggo dan Serda Misnari, warga Perum Regence, Dusun Pandean,  Desa Pabean, Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo.

Dandim 0820 Probolinggo Letkol Infanteri Imam Wibowo saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya hingga saat ini masih memeriksa data manifest tersebut. Namun, dijelaskannya bahwa Kopda Kharisma bukan merupakan warga asli Probolinggo, melainkan dari Subang, Jawa Barat.

Pada 2016, Kopda Kharisma menikah dengan Ike Aprilia, warga Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. Dari pernikahannya, pasangan ini dikaruniai dua orang anak. “Di KRI Nanggala 402, Kopda Kharisma bertugas sebagai Juru Leknavkom. Dia bergabung di KRI Nanggala sejak 2014 silam,” kata Dandim,  kemarin siang.

Sedangkan Serda Misnari merupakan warga asli Probolinggo. Tugasnya sebagai Operator Saltem 2 Torpedo. Ia menikah dengan Eka Umbriyah, dan dikaruniai 3 orang anak yang masih kecil.

“Kami masih terus memantau setiap perkembangan dari proses pencarian kapal selam tersebut. Kami terus optimis dan berdoa untuk para rekan kami itu, supaya bisa segera ditemukan dalam kondisi selamat,” kata Letkol Infanteri Imam Wibowo.

Sementara itu, pihak keluarga korban masih berharap ada keajaiban, yaitu ada kru yang selamat. Seperti diungkapkan Umar Rouf, salah seorang anggota keluarga dari Serda Era Misnari yang merupakan operator Saltem 2 Torpedo KRI Nanggala 402. Ditemui di rumah duka pada Minggu (25/4) malam, Umar menyebutkan bahwa iparnya itu memang merupakan salah seorang anggota kru kapal selama KRI Nanggala 402.

Menurutnya, pihak keluarga telah mendengar dan melihat siaran press dari panglima TNI. Namun, dirinya mewakili sang istri dari Serda Era Misnari yakni Eka Umbriyah masih sangat berharap akan adanya keajaiban dari proses pencarian dan evakuasi kapal selam tersebut.

 “Kami masih sangat berharap kepada Panglima TNI agar terus mengupayakan kepada anggotanya untuk bisa menyelamatkan Serda Era Misnari dan 52 kru lainnya. Sekecil apapun peluangnya kami masih berharap akan adanya keajaiban dan anggota keluarga kami itu bisa selamat,” ungkapnya ditemui di rumah duka di perum batas kota regency, Minggu (25/4).

Disebutkan bahwa sosok Serda Era Misnari meskipun dikenal pendiam, namun dia adalah sosok yang baik dan sangat bertanggung jawab dan tak pernah mengabaikan tugasnya sebagai seorang prajurit TNI AL. “Yang kami pikirkan hanya bagaimana nasib dari ketiga putranya ini. Semoga istri dan anak-anaknya diberikan kekuatan dan tabah atas cobaan ini,” sebutnya.

Terpisah, Usnani (50), Ibu mertua dari Kopda Kharisma menuturkan, bahwa dirinya tetap optimis bahwa menantunya itu bisa selamat dari kecelakaan kapal selam KRI Nanggala 402 itu. Terlebih sang istri yakni Ike Aprillia sampai berangkat ke Banyuwangi untuk memastikan keselamatan suaminya itu.

“Sebagai keluarga kami tetap optimis, kapal selamnya selamat, ketemu, dan bisa selamat sampai rumah kembali,” kata Usnani di kediamannya, di Kelurahan Kebonsari Kulon, Sabtu (24/4) lalu. (tm/iwy)


Bagikan Artikel