Peristiwa

Ngantuk, Supir Pikap Hajar Warung


PROBOLINGGO – Akibat mengantuk seorang pengemudi mobil pikap menghajar warung yang berada ditepi jalur Pantura, Kabupaten Probolinggo, Rabu (14/4) kemarin. Beruntung dalam peristiwa itu tak sampai menimbulkan korban jiwa, namun pemilik warung mengalami kerugian hingga jutaan rupiah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Koran Pantura, kecelakaan terjadi sekitar pukul 11.30 siang di ruas pantura masuk Desa Kedungdalem Kecamatan Dringu. Berawal ketika mobil pikap merk Isuzu Panther warna putih yang dikendarai oleh Yasin warga Jalan Cokro Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo tengah melaju dari arah timur.

Sejurus kemudian, Yasin yang diduga tengah mengantuk lantas melajukan kendaraannya melawan arah hingga menghantam 1 unit sepeda motor merk Yamaha NMax yang tengah terparkir di sisi utara jalan atau tepatnya di depan kantor notaris. Tak berhenti sampai disitu, kendaraan pikap itu pun terus melaju dan menyeret sepeda motor itu hingga menabrak bangunan warung yang ada disebelah barat kantor notaris itu.

Alhasil, pikap tersebut pun terhenti dan langsung tertimpa material bangunan warung yang langsung menutup bodi mobil yang diketahui milik PT. GSL Probolinggo itu. Beruntung sejumlah orang yang ada disekitar warung dan kantor notaris itu sempat melarikan diri hingga tak sampai timbul korban jiwa. Pengemudi yang mengalami syok pun langsung ditolong oleh warga dan hanya mengalami luka ringan.

“Mobil itu dari timur melaju kebarat, tiba-tiba oleng ke kanan dan langsung nabrak motor NMax dan menyeretnya hingga kesini dan menabrak warung. Untung waktu itu tidak ada kendaraan dari arah barat, kalau sampai ada kendaraan yang ada pasti timbul korban jiwa,” kata Ilham salah seorang saksi mata, ditemui di lokasi kejadian, Rabu (14/4) kemarin.

Lebih lanjut, disebutnya usai kendaraan pikap itu dievakuasi. Sopir dan pemilik warung serta pemilik sepeda motor NMax yang merupakan klien dari notaris langsung diajak berembuk di balai Desa Kedungdalem. “Katanya di sana mereka didamaikan dan tidak saling menuntut di kepolisian,” sebutnya.

Dikonfirmasi kepala Desa Kedungdalem Kecamatan Dringu Sumartono, mengatakan bahwa peristiwa kecelakaan yang menimpa warung milik Suparlan salah satu warganya itu, adalah murni sebuah musibah dan tidak perlu diperpanjang lagi. Terlebih pihak sopir telah bersedia memberikan ganti rugi dan korban berjanji tidak menuntut, “Sudah didamikan kok mas, sudah clear masalahnya,” kata Kades Sumartono singkat. (tm/ra)


Bagikan Artikel