Peristiwa

Razia Pekat Jelang Ramadan, Jaring PSK dan Pemuda Pesta Miras


PROBOLINGGO – Jelang Ramadan 1442 H, Dinas Satpol PP Kota Probolinggo melakukan razia penyakit masyarakat (pekat). Razia ini digelar Sabtu (10/4) malam. Hasilnya, 35 orang  diamankan, meliputi 6 PSK (Pekerja Seks Komersial) dan seorang pengguna jasanya, serta 5 waria. Selain itu, dijaring pula 23 remaja yang kedapatan pesta minuman keras (miras).

Sasaran razia malam itu ialah lahan pesawahan di barat Pasar Mangunharjo, rel KA, Stadion Bayuangga, Jalur Lingkar Utara (JLU), dam Mangunharjo. Sedangkan para waria digaruk di sekitar Pasar Mangunharjo. Mereka kemudian diangkut kendaraan dinas ke markas Satpol PP di Jalan Panglima Sudirman.

Kepala Dinas Satpol PP Aman Suryaman mengatakan, razia ini menyasar PSK, waria dan pemabuk. Di barat Pasar Mangunharjo, petugas mengamankan 6 PSK, dan seorang lelaki  pengguna jasa PSK.

Lima waria juga diamankan di sekitar Pasar Mangunharjo. Tiga remaja digaruk di JLU dan Stadion Bayuangga. Sedangkan 10 remaja yang tengah pesta miras diamankan di rel KA Kelurahan Mangunharjo dan 7 remaja lainnya diamankan di dam Kelurahan Wiroborang. “Mereka kami angkut dengan kendaraan dinas ke mako Satpol PP,” ujar Aman.

Mereka kemudian didata dan dibina. Selain orang tuanya dipanggil, mereka harus menandatangani surat pernyataan tidak akan mengulangi lagi perbuatannya. Untuk remaja yang terjaring karena mabuk-mabukan, seluruhnya baru sekali ini kali kena operasi. “Khusus PSK dan waria, ada yang dua kali terjaring razia,” katanya.

Jika dalam operasi berikutnya terjaring lagi, maka mereka akan diserahkan ke Dinas Sosial. Selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dan melibatkan TNI/Polri dalam operasi. “Kalau mereka kedapatan lagi, ya kami serahkan ke Dinsos atau Polresta,” ungkap Aman, usai razia.

Razia ini dilakukan tidak hanya jelang Ramadan, tetapi juga selama bulan puasa sampai jelang lebaran. Sasarannya bisa rumah kos, hotel, rumah singgah atau penginapan, warung remang-remang, café atau tempat-tempat lain yang dijadikan arena mabuk-mabukan dan prostitusi. “Kami akan operasi selama bulan puasa. Ya, menghormati bulan suci,” tambahnya.

Diantara puluhan remaja yang terjaring operasi karena pesta miras, salah satunya mengaku baru pertama kali ini ikutan temannya. “Enggak pak, saya tidak minum. Baru pertama kali saya ikut mereka,” ujar remaja yang masih duduk di bangku kelas IX di sebuah MTs swasta itu. (gus/iwy)


Bagikan Artikel