Peristiwa

Delapan PSK Emi Dijaring Satpol PP


PROBOLINGGO – Dinas Satpol PP Kabupaten Probolinggo berhasil menciduk delapan pekerja seks komersial (PSK), Kamis (8/4) siang. Seluruh PSK tersebut diciduk karena beroperasi di kawasan yang biasa disebut Embong Miring (Emi). Yakni di perbatasan Kecamatan Tegalsiwalan dan Kecamatan Leces.

Dalam razia penyakit masyarakat (pekat) itu, sejumlah PSK itu sebenarnya sempat berusaha melarikan diri. Namun mereka berhasil dikejar oleh petugas Satpol PP hingga ke areal persawahan. Lokasinya tak jauh dari tempat mereka mangkal di sejumlah warung remang-remang berkedok warung kopi di Emi.

Delapan PSK tersebut diamankan dari lima lokasi berbeda. Tiga PSK diamankan di salah satu warung kopi di Desa Tigasan Wetan, Kecamatan Leces. Sedangkan lima orang PSK lainnya diamankan di empat warung kopi di Desa Banjarsawah, Kecamatan Tegalsiwalan.

Kepala Seksi Penyelidikan dan Penindakan pada Dinas Satpol PP Kabupaten Probolinggo Budi Utomo mengungkapkan, penertiban PSK tersebut dilakukan atas dasar laporan dari masyarakat. Pasalnya, di kawasan Emi terdapat sejumlah warung yang diduga menyediakan layanan prostitusi.

“Selain itu, razia pekat ini digelar untuk menghormati akan datangnya bulan Ramadan. Sehingga razia kami gelar secara rahasia untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Terbukti dengan terjaringnya delapan PSK ini,” ungkapnya, kemarin.

Ada empat PSK yang berasal dari Kabupaten Probolinggo. Mereka adalah HY (38), warga Kecamatan Leces; SR (28), warga Kecamatan Leces; EV (31), warga Kecamatan Tiris; dan EM (30), warga Kecamatan Gending.

Warga luar Kabupaten Probolinggo juga berjumlah empat orang. Mereka adalah IN (27), warga Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo; TT (37), warga Kecamatan Sumber Wringin, Kabupaten Bondowoso; MR (36), warga Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang; dan AN (27), warga Kecamatan Tikung, Kabupaten Lumajang.

Budi menerangkan, pihaknya sempat dibuat kewalahan lantaran sebagian dari PSK itu mencoba melawan. Bahkan berusaha kabur dari kejaran petugas Satpol PP. “Tapi kami sudah mengantisipasinya. Meskipun mereka sempat lari ke sawah, anggota kami dengan sigap berhasil mengamankan,” ungkapnya.

Kini, delapan PSK tersebut sudah diamankan di kantor Damkar Kabupaten Probolinggo. Mereka menjalani proses pendataan. Selanjutnya, mereka akan diserahkan kepada Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo untuk penanganan berikutnya.

“Tugas kami hanya mengamankan saja. Selanjutnya petugas dari Dinas Sosial yang akan melakukan pembinaan dan langkah selanjutnya. Apakah dikembalikan kepada pihak keluarga atau dikirim ke (Unit Pelaksana Teknis Rehabilitasi Sosial Bina Laras) Kediri, itu wewenang Dinas Sosial,” terang Budi. (tm/eem)


Bagikan Artikel