Peristiwa

Kelabuhi Petugas dengan Membawa Lansia, Komplotan Curanmor Dibekuk


LECES – Aksi penyergapan dan penangkapan terhadap komplotan pencuri kendaraan bermotor terjadi di pintu exit tol Leces, Selasa (23/3) sekitar pukul 00.30. Tak kurang dari selusin peluru dimuntahkan ke udara oleh petugas kepolisian gabungan untuk membuat ciut nyali 3 orang tersangka pencuri kendaraan bermotor (curanmor) yang ada dalam sebuah minibus.

Aksi penyergapan dan penangkapan terhadap ketiga tersangka pencurian 1 unit mobil pick L 300 in berjalan cukup dramatis. Ada rekaman video viral dari salah satu anggota kepolisian yang merekam detik-detik penyergapan itu. Terlihat jelas bahwa sebelumnya mobil merk Toyota Avanza warna putih yang ditumpangi para tersangka langsung dipepet oleh mobil milik petugas gabungan dari Polsek Leces Polres Pasuruan dan Polres Malang Kota.

Tembakan ke udara berulang kali dimuntahkan polisi yang terlibat dalam penyergapan tersebut. Hal itu dilakukan untuk membuat ciut nyali para tersangka pencurian, dan sebagai antisipasi jika komplotan itu melakukan perlawanan karena tak kunjung turun dari kendaraannya.     Setelah detik-detik yang menegangkan itu, akhirnya para tersangka satu per satu turun dan langsung diperintahkan untuk tiarap di tanah sambil mendapatkan todongan pistol dari para anggota polisi. Namun ternyata, dari dalam mobil itu juga terdapat seorang nenek yang entah bagaimana ceritanya bisa berada satu mobil dengan para tersangka itu.

Akhirnya setelah mengamankan para tersangka, nenek berkerudung merah itu pun langsung dievakuasi oleh petugas lantaran ketakutan dengan banyaknya letusan senjata yang menyalak keudara serta kencangnya teriakan para anggota yang mengancam akan menembak para tersangka jika tak segera menyerah dan keluar dari mobil.

Kapolsek Leces AKP A. Gandi saat dikonfirmasi melalui Kanit Reskrim Bripka Eko Aprianto mengatakan, dirinya bersama anggota Polsek Leces telah berhasil membantu team resmob dari Pasuruan Kota dan Malang Kota. Dalam hal ini yakni penangkapan terhadap pelaku pencurian roda empat jenis pikap L300.

“Ketiga pelaku identitasnya dirahasiakan karena masih dalam pengembangan. Para pelaku diamankan Polres Malang Kota dan Pasuruan Kota untuk penyidikan lebih lanjut. Karena TKP kejadiannya di Pasuruan Kota dan Malang Kota,” katanya.

Namun demikian, disebutkan Bripka Eko bahwa dari penangkapan tersebut didapati barang bukti berupa kunci T milik pelaku yang biasa digunakan untuk melancarkan aksinya. Saat ini barang tersebut sudah disita dan akan dijadikan barang bukti atas kasus yang masih dikembangkan tersebut. “Ada barang buktinya. Kunci T,” sebutnya.

Sementara, terkait keberadaan seorang nenek dalam mobil para tersangka itu, Bripka Eko menyebut nenek tersebut hanya dimanfaatkan untuk upaya mengelabui petugas. Namun petugas yang jeli, tidak begitu saja percaya kalau rombongan yang ada di dalam mobil itu adalah satu keluarga.

“Jadi, nenek itu dipakai pelaku untuk mengelabui petugas, seolah-olah mereka sedang perjalanan bersama keluarga. Kami harus ekstra hati-hati karena ada warga sipil di dalam mobil bersama pelaku,” katanya.

Dijelaskan pula bahwa nenek yang dibawa pelaku di dalam mobil tidak mengetahui jika dirinya dimanfaatkan untuk pelarian dari kejaran polisi. Usai penangkapan pelaku, polisi langsung melakukan tindakan pemulihan dari trauma terhadap nenek tersebut.

“Jadi, nenek ini nggak kenal sama pelaku. Mungkin dia hanya diajak dan dikasih uang. Setelah itu, langsung kami tenangkan karena sempat ketakutan saat penangkapan terjadi,” ujarnya. (tm/iwy)


Bagikan Artikel