Peristiwa

Atap Aula Kelurahan Jrebeng Lor Jebol


PROBOLINGGO – Aula Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, kondisinya memprihatinkan. Selain jebol dan bolong-bolong, atap aula tersebut nyaris ambrol. Sebagian dindingnya juga ada yang retak. Karena kondisi itu, aula tersebut kini tidak bisa ditempati.

Kelurahan Jrebeng Lor sudah dua kali mengajukan proposal perbaikan, namun hingga kini belum ada tindak lanjut.  Hal tersebut diungkap salah seorang perangkat Kelurahan Jrebeng Lor Syafi’i. “Karena khawatir plafon ambrol sewaktu-waktu, jadi sekarang tidak ditempati,” katanya.

Jika ada pertemuan, menurut Syafi’i, kelurahan menggunakan tempat lain. Hanya jika sangat terpaksa, aula tersebut ditempati. Itupun hanya di lokasi yang atapnya masih utuh. “Ya, kita pilih di tempat yang eternitnya sekiranya tidak ambrol,” kata Syafi’i.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Jrebeng Lor Yanwar Setyo membenarkan kalau aula kelurahannya tidak ditempati. Jika ada rapat yang membutuhkan tempat luas, mereka harus mencari tempat lain. “Benar tidak ditempat. Khawatir langit-langitnya ambrol,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pertemuan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tidak menempati aula, tetapi meminjam Unit Pengelola Keuangan dan Usaha (UPKU) di sisi barat kantor kelurahan atau aula. “Kemarin kita musrenbang meminjam tempat UPKU,” katanya.

Sedangkan Lurah Jrebeng Lor Rudjito mengaku sudah bersurat melalui Camat Wonoasih untuk disampaikan ke walikota. Diperkirakan, proposal permintaan rehab aula itu sudah sampai ke walikota, namun belum ada jawaban. “Mungkin sudah ada di Dinas PUPR. Kan rehab bangunan urusannya PUPR,” katanya.

Apakah sudah diajukan melalui musrenbang? Rudjito menjawab tidak pernah, dengan alasan tidak ada pedomannya. “Tidak bsa diajukan melalui musrenbang. Karena tidak ada rumus atau pedomannya. Kami mengajukan melalui surat dalam bentuk proposal,” tambahnya.

Lurah juga membenarkan kalau aula tersebut tidak ditempati karena bahaya. Meski demikian, rapat atau pertemuan dengan warga tetap berjalan. Sebagai alternatif, pertemuan menempati ruangan PKK. “Pakai ruang PKK di barat aula. Jadi, kegiatan rapat tidak terganggu,”  ujarnya.

Inos, salah seorang warga Jrebeng Lor, berharap pemkot segera memperbaiki aula kelurahannya. “Ya, segera diperbaiki agar bisa dimanfaatkan. Kalau dibiarkan kayak gitu, mengganggu keindahan kelurahan,” katanya. (gus/iwy)


Bagikan Artikel