Peristiwa

Banjir Kembali Hantam Dringu, BPBD: Hujan di Hulu dan Laut Pasang


DRINGU – Bencana banjir kembali menerjang wilayah Kecamatan Dringu, Senin (8/3) petang. Padahal, sejak pagi hingga sore kemarin wilayah Probolinggo tidak diguyur hujan. Namun, air Sungai Kedung Galeng meningkat hingga meluap ke pemukiman warga Desa Kedungdalem dan Desa Dringu.

Desa Kedungdalem dan Dringu dihantam banjir pada Sabtu (27/2) dan Minggu (28/3) lalu, dan terulang kemarin. Musibah banjir di 2021 ini disebut sebagai bencana terparah yang pernah terjadi di Desa Kedungdalem dan Dringu.

Berdasarkan pantauan Koran Pantur kemarin sore, banjir pertama masuk kpemukiman warga sekitar pukul 17.05 WIB. Padahal sejak pagi hingga siang kemarin wilayah kecamatan Dringu sama sekali tidak diguyur hujan. Begitu pula dengan Kabupaten Probolinggo wilayah selatan.

Namun, debit air sungai Kedung Galeng yang berada di antara Desa Dringu dan Kedungdalem, naik secara drastis hingga meluap. Air sungai yang tingginya melampaui tanggul sungai itu kemudian menggenangi pemukiman warga.

“Ampun sudah mas… Tidak tahu lagi harus ngomong apa. Seluruh perabotan tidak sempat saya selamatkan. Pulang kerja, tahu-tahu rumah kemasukan banjir,” kata Lukman (40),  salah seorang warga Dusun Satriyan, Desa Kedungdalem, kemarin sore. 

Dijelaskannya bahwa biasanya banjir yang terjadi di Desa Kedungdalem tidak sampai merendam hingga ke lingkungan sekitar rumahnya. Namun kali ini banjir bisa masuk ked alam rumahnya walau ketinggiannya hanya selutut orang dewasa. “Kalau di sini saja sudah selutut, bagaimana nanti yang di Dusun Bandaran, Dringu, bisa satu setengah meteran lebih di sana,” jelasnya.

Zainul, seorang warga Dusun Bandaran Dringu mengaku sudah punya firasat soal akan datangnya banjir. Sehingga meskipun banjir menggenangi rumahnya hingga ketinggia 1 meter lebih, namun dia sudah mengevakuasi barang-barang elektroniknya ke tempat yang lebih tinggi. “Senin sore tadi saya lihat sungai sudah mulai keruh, dan naik perlahan. Langsung saya lari kerumah dan labgsung mengevakuasi tv dan kulkas saya ke atas lemari,” akunya.

Sementara itu, Plt Kalaksa BPBD Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo mengatakan bahwa pihaknya sudah menerjunkan sejumlah personelnya untuk bertugas membantu mengevakuasi warga dan melakukan pemantauan terhadap kondisi banjir. “Anggota kami sudah dilokasi untuk membantu evakuasi warga mas,” ujarnya.

Terkait faktor pemicu banjir, Tutug menyebut bahwa penyebabnya masih sama, yakni intensitas hujan di wilayah hulu yang tinggi. Wilayah lereng Gunung Bromo dilaporkan mengalami hujan deras sejak pagi hari.

Ini masih ditambah kondisi air laut yang tengah mengalami pasang. “Tadi luapan air kesatu, kedua, dan ketiga disebabkan intensitas hujan yang tinggi di wilayah hulu. Ditambah pasang air laut yang membuat debit air sungai langsung naik. Semoga cepat surut,” katanya.  (tm/iwy)


Bagikan Artikel