Peristiwa

Ratusan Banser Bersihkan Lumpur Sisa Banjir


DRINGU – Bencana banjir yang terjadi di Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo beberapa hari lalu mendapat perhatian dari dua Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) sekaligus. Yakni Satkorcab Banser Kota Kraksaan dan Satkorcab Banser Kabupaten Probolinggo. Dua satuan ini mengadakan kerja bakti membersihkan lumpur sisa banjir di Desa Dringu dan Kedungdalem, Kamis (4/3).

Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Probolinggo H. Misbahul Munir mengungkapkan, Banser Kabupaten Probolinggo menurunkan 45 anggota. Sedangkan Banser Kraksaan menurunkan 95 anggota. Sehingga totalnya sebanyak 150 orang.

Menurutnya, ratusan anggota Banser dari dua cabang itu memang sengaja dikerahkan ke lokasi banjir. Tujuannya semata-mata ingin sedikit meringankan beban warga terdampak banjir yang selama beberapa hari ini harus bekerja keras membersihkan lumpur sisa banjir.

“Kedatangan kami ke sini (lokasi banjir, red) semata-mata ingin membantu warga untuk membersihkan lumpur sisa banjir. Lumpur ini sangat mengganggu aktivitas warga yang saat ini berupaya untuk pulih usai mendapatkan cobaan berupa bencana banjir beberapa hari lalu itu,” ungkapnya.

Ia mengatakan, kegiatan membersihkan lumpur itu dilakukan sepenuhnya secara manual. Anggota Banser yang hadir hanya dilengkapi dengan pacul dan sekop untuk membersihkan tumpukan lumpur yang sudah mengering. “Target kami adalah membuka akses jalan di setiap gang, agar kendaraan warga yang melintas tidak sampai kesulitan untuk melintas,” terangnya.

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Kota Kraksaan Taufiq mengatakan, kendala utama dalam kegiatan tersebut yakni kurangnya jumlah sak/karung pasir yang tersedia. “Kami juga bingung akan dimasukkan ke dalam apa tumpukan lumpurnya itu. Padahal armada pengangkut pasirnya hanya ada satu. Sehingga kurang maksimal hasilnya,” katanya.

Di sisi lain, ia mengatakan kegiatan itu adalah wujud sinergi dan kekompakan Banser dari dua cabang berbeda. Sinergi itu diwujudkan dalam bentuk kegiatan sosial kemasyarakatan. Yakni upaya memulihkan akses jalan desa Dringu dan Kedungdalem yang tertutup lumpur setelah bencana banjir di dua desa tersebut.

“Sebagai sayap organisasi pemuda Nahdlatul Ulama (NU), GP Ansor melalui Banser dan Bagana (Banser Tanggap Bencana) bisa melaksanakan program sosial kemanusiaan dalam kerangka penanggulangan bencana. Baik sejak masa kesiapsiagaan, mitigasi, tanggap darurat, rehabilitasi, rekonstruksi, hingga pemulihan akibat bencana,” bebernya. (tm/eem)


Bagikan Artikel