Peristiwa

Terbaring di Jalan, Diduga Dibuang


BESUK – Warga Dusun Gundal, Desa Sindetlami, Kecamatan Besuk digegerkan dengan adanya seorang kakek tak dikenal pada Selasa (2/3). Dari kondisi kakek tersebut, diduga ia sengaja dibuang oleh keluarganya.

Kapolsek Besuk Iptu Suwito mengatakan, mendapati hal tersebut, pihaknya bersama pemerintah desa setempat langsung mendatangi lokasi. Di lokasi, keadaan kakek tersebut sangat memprihatinkan. Lansia itu hanya memakai kaos oblong berkerah serta sarung motif kotak-kotak. Tak hanya itu, kondisi tubuhnya lemah. Tubuhnya sangat kurus, bahkan tangan dan betisnya layaknya hanya menyisakan kulit yang sudah menghitam.

“Setelah mendatangi TKP, ternyata tidak ada identitas sama sekali dari pria paruh baya ini. Kami pun langsung menghubungi dinas sosial agar segera ditangani. Karena kondisinya sangat memprihainkan,” katanya, Selasa (2/3).

Sementara itu, Sekretaris Desa setempat Jamaluddin mengatakan, pertama kali pria tersebut ditemukan, lokasinya berada di tengah jalan desa setempat. Warga pun berinisiatif memindahkannya ke area yang lebih aman dari lalu lalang kendaraan.

“Perkiraannya yang datang itu semalam (Senin malam, red) sekitar pukul 21.00. Tapi warga tidak ada yang tahu kapan datangnya. Karena tidak bisa jalan akhirnya dipindah oleh warga menggunakan gledekan (kereta dorong, red), dan dikasih tikar, kemungkinannya ini dibuang oleh keluarganya,” katanya.

Ia pun sempat menanyakan terkait identitas kakek tersebut. Namun, dengan kondisinya yang lemas, ia pun kesulitan untuk mengungkap identitas kakek tersebut.

“Usianya sekitar 60 tahunan, dan ngakunya dari Tulungagung. Tapi tidak tahu Tulungagung mana. Pas ditanya nama ngakunya kakek ini bernama Usman. Tapi ketika sebabnya kok bisa sampai di Sindetlami, kakek ini tidak mau menjawab lagi,” ungkapnya.

Jamal pun mengungkapkan, pihaknya sempat membawa kakek tersebut ke RSUD Waluyo Jati untuk mendapatkan perawatan. Dan saat ini yang bersangkutan sudah diserahkan kepada Dinsos setempat.

“Kami koordinasi dengan Puskesmas, setelah itu  kami bawa ke rumah sakit. Selanjutnya kami serahkan ke Dinsos, dan informasinya sekarang sudah ada di rumah singgah Dringu,” terangnya. (ay/ra)


Bagikan Artikel