Peristiwa

Mas Zulmi Diwaduli Korban Banjir


DRINGU – Bencana banjir yang menerjang Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo mendapat atensi Direktur Utama Hasan Foundation H. Zulmi Noor Hasani. Pengusaha muda ini mengunjungi lokasi banjir, Selasa (2/3).

Kedatangan Mas Zulmi menarik perhatian korban banjir. Mereka akhirnya wadul kepada putra dari Wakil Ketua Komisi IV DPR RI H. Hasan Aminuddin ini.

Dari pantuan Koran Pantura, Mas Zulmi langsung meninjau kondisi permukiman dan tempat pengungsian warga terdampak banjir. Ia juga datang menyerahkan sejumlah bantuan sembako kepada warga terdampak banjir, baik di Desa Kedungdalem maupun Desa Dringu.

Ia juga menyempatkan diri untuk berkeliling lokasi terdampak banjir didampingi Anggota DPRD kabupaten setempat Wahid Nurahman dan Reno Handoyo. Mereka menyusuri setiap sudut gang dan rumah, bahkan tepian sungai Kedunggaleng yang luapannya menjadi penyebab utama banjir Dringu, Sabtu (27/2) dan Minggu (28/2) lalu.

Dengan kondisi jalan dan lingkungan permukiman warga yang masih ditutupi lumpur tebal sisa banjir, Zulmi beserta rombongannya pada awalnya tampak kesulitan untuk berjalan. Namun setelah menyesuaikan diri, akhirnya rombongan mampu menerobos genangan lumpur sisa banjir tersebut. Utamanya yang berada di Dusun Bandaran, Desa Dringu.

Di tempat terparah banjir tersebut, Zulmi secara ramah menyapa warga yang tampak masih disibukkan dengan kegiatan membersihkan rumah dan halamannya. Bahkan pada satu kesempatan ketika Zulmi meninjau langsung lokasi tanggul yang jebol.

Selanjutnya muncul beberapa warga yang rumahnya rusak akibat terjangan banjir. Salah satunya adalah Nima (50). Ia menceritakan bahwa seisi rumahnya telah rusak akibat terendam banjir. Menurutnya banjir kali ini adalah yang terparah menimpa Desa Dringu.

“Sejak adanya pagar pembatas perumahan baru di desa ini, banjir yang terjadi bisa separah ini. Sungainya jadi menyempit dan luapan sungai yang biasanya bisa lewat begitu saja kini jadi tertahan dan masuk ke rumah warga,” ungkap Nima sembari menangis di hadapan Zulmi.

Perempuan tua itu mengatakan, sejak awal banjir di masa lalu hingga sekarang, ia belum sama sekali menikmati bantuan banjir dalam bentuk apapun. Baik berupa makanan maupun berupa kasur atau pakaian.

“Tidak ada sama sekali, padahal lingkungan kami jadi yang terparah dan dekat dengan lokasi tanggul jebol. Tapi kenapa tidak ada perhatian sama sekali bagi kami,” keluhnya.

Sempat dia ingin mengadu kepada rombongan Wakil Bupati yang datang lewat di dekat lingkungannya pada Senin (1/3) lalu. Namun upayanya masih ditahan oleh tetangganya. Akhirnya Nima mengurungkan niatnya itu.

“Kemarin, Mas Zulmi, ada rombongan dari kabupaten yang lewat sempat ingin saya cegat dan tunjukkan kondisi rumah saya, tapi saya masih ditahan oleh tetangga saya. Kebetulan ada Mas Zulmi yang datang jadi langsung saja saya sampaikan ketidak adilan ini,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Reno yang tengah mendampingi Zulmi pun dengan cekatan langsung menghubungi koordinator Tagana Dinsos Kabupaten Probolinggonyang stand by di dapur umum bencana di kecamatan Dringu.

“Ibu tenang ya, Bu. Ini bantuan makanannya sedang dalam perjalanan,” kata Reno berusaha menenangkan Nima.

Benar saja, setengah jam kemudian bantuan puluhan nasi bungkus pun tiba dan dibagikan kepada lingkungan sekitar rumah ibu Nima. “Kami mohon maaf atas proses pendistribusian yang tidak merata ini. Karena memang jumlah personel kami terbatas dan harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan ribuan warga lainnya,” kata Koordinator Tagana Kabupaten Probolinggo Cholifah.

Menanggapi sejumlah temuan tersebut, Zulmi mengatakan, dalam penanganan bencana banjir, diperlukan koordinasi yang lebih baik. Sehingga tidak ada lagi ceritanya korban tidak kebagian bantuan.

“Keluhan warga seperti ibu Nima tadi biar ditindak lanjuti oleh anggota DPRD dan dinas terkait. Nanti biar dikoordinasikan terkait solusi terbaik untuk mencegah banjir itu terulang lagi,” tutur Mas Zulmi. (tm/eem)


Bagikan Artikel