Peristiwa

Warung Nasi Jagung Milik Aman Jaya Disatroni Maling


MARON – Aksi pencurian sedang merajalela di Kabupaten Probolinggo. Setelah rumah juragan cabai diobok-obok maling, kini giliran warung nasi jagung di Pasar  Maron yang disatroni kawanan pencuri.

Warung nasi jagung milik Aman Jaya, warga Desa Brabe Kecamatan Maron, dibobol maling pada Senin (8/2). Sejumlah peralatan dan uang tunai di dalam warung ini ludes digondol maling.

Muhammad Zainullah, (28) menantu korban, mengatakan bahwa kejadian pencurian di warung mertuanya tersebut diketahui sekitar pukul 05.00 WIB. Saat itu, Zainullah bersama mertuanya hendak membuka warung untuk mulai mencari nafkah.

“Saat membuka warung, saya kaget mendapati rokok-rokok yang ada di etalase sudah tidak ada. Kemudian saat masuk lebih dalam ke warung, saya menemukan atap warung terbuka gentingnya. Untuk memastikannya lagi, saya ke belakang. Di sana 2 LPG ukuran 3 kilo juga sudah hilang,” ujarnya.

Zainullah mengatakan, pencurian yang terjadi di warungnya itu tidak hanya menyebabkan beberapa barang-barang dan dagangannya hilang. Namun uang sejumlah Rp 570 ribu yang disimpan di etalase juga ludes. Ia mengaku tidak tahu pasti kapan kejadian tersebut. Yang jelas, pelaku pencurian di warungnya itu masuk melalui atap rumah.

“Mulai dari dinding luar belakang warung, Dinding dekat etalase, sampai di dinding dapur itu penuh dengan bekas pijakan kaki. Jelasnya pelaku mulai beraksi dari belakang, melewati sawah kemudian naik dinding belakang, dan masuk melalui dekat etalase. Kemudian keluar dengan membuka dinding dapur,” ujarnya.

Saat ditanyakan jumlah pelaku, Zainullah menduga lebih dari dua orang. Ia berkeyakinan seperti itu lantaran atap yang cukup tinggi itu sangat sulit untuk dilewati seorang diri. “Cukup tinggi, sekitar 3 meter lebih. Jadi saya rasa pelakunya sekitar 3 sampai 4 orang,” ujarnya.

Sementara, Kapolsek Maron Iptu Samiran mengatakan, pihaknya telah mendapatkan laporan dari pihak korban. Lebih lanjutnya, berarapa langkah telah pihaknya lakukan. Salah satunya melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Kami telah berkoordinasi dengan team identifikasi Polres Probolinggo untuk melakukan olah TKP. Untuk kerugiannya sendiri ditaksir sekitar Rp 3 juta rupiah. Itu total dari barang-barang maupun uang yang dibawa oleh pelaku,” ujarnya. (yek/iwy)


Bagikan Artikel