Peristiwa

Angin Puting Beliung Terjang 3 Desa di Probolinggo


PROBOLINGGO – Bencana alam puting beliung kembali terjadi di wilayah Kabupaten Probolinggo pada Rabu (3/2) sore. BPBD Kabupaten Probolinggo mencatat sedikitnya 6 rumah milik warga rusak dan sejumlah pohon tumbang setelah diterjang angin puting beliung yang datang bersamaan dengan hujan deras tersebut.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo Sugeng Suprisayoga mengungkapkan, bencana alam berupa puting beliung menerjang dua desa di kecamatan yang berbeda. Pertama yakni bencana puting beliung yang menerjang di dusun Krajan II desa Jorongan kecamatan Leces sekitar pukul 15.50.

“Bencana puting beliung di desa Jorongan menyebabkan dua rumah milik warga mengalami rusak berat bahkan ambruk, serta menumbangkan satu batang pohon ditepian jalur selatan,” ungkapnya, Rabu (3/2).

Lalu pada saat yang bersamaan bencana angin puting beliung juga menerjang wilayah kecamatan Bantaran, tepatnya di Dusun Bintaosan, Desa Kropak dan Dusun Kramat Desa Kramat Agung.

Di dua lokasi ini, angin puting beliung berhasil merusak 3 atap rumah milik warga dan merobohkan 1 bangunan kandang hingga rata dengan tanah, serta menumbangkan satu batang pohon berukuran cukup besar. “Beruntung dari kejadian tersebut tidak sampai memakan korban jiwa. Hanya saja kerugian materi yang diderita pemilik rumah mencapai puluhan juta rupiah,” sebutnya.

Menurut Sugeng, bencana alam semacam itu memang bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Terlebih saat ini wilayah kabupaten Probolinggo memasuki masa puncak musim penghujan. Di mana intensitas hujan yang tinggi biasanya dibarengi dengan terjangan angin kencang hingga puting beliung dalam skala yang tak bisa diprediksi.

“Angin puting beliung biasa terjadi pada siang hari atau sore hari. Terutama ketika musim pancaroba. Angin puting beliung terbentuk dari pertumbuhan awan cumulonimbus yang membawa uap air. Maka ketika terjadi hujan atau sebelum terjadi hujan awan tersebut akan menghasilkan angin puting beliung,” paparnya.

Sugeng menghimbau kepada masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaannya ketika terjadi hujan deras disertai dengan angin kencang. Terlebih jika perubahan cuacanya terjadi sangat mendadak dan tak biasa.

“Hindari tempat-tempat seperti didekat pohon rindang dan bangunan yang atapnya sudah lapuk. Karena potensi tumbang atau ambruknya lebih besar ketika diguyur air hujan dan diterjang angin kencang,” ujarnya. (tm/iwy)


Bagikan Artikel