Peristiwa

Digerus Banjir, Bangunan Anyar Pesantren Ambruk


KRAKSAAN – Hujan deras berlanjut banjir di Desa Alassumur Kulon Kecamatan Kraksaan, banyak menyisakan petaka. Bangunan anyar untuk kamar santri di Pesantren Nurud Dhalam, rusak parah.

Dari informasi yang dihimpun Koran Pantura, sebelum banjir itu melanda, kawasan Desa Alassumur diterjang hujan dengan intensitas tinggi selama kurang lebih 2 jam. Air sungai yang berada di samping pesantren meluap ke permukaan.

Aliran sungai yang membawa banyak sampah batang kayu itu meluber hingga ke areal pesantren. Kebetulan tepat 4 meter sisi sungai, berdiri bangunan anyar untuk kamar dan toilet santri putra.

Bangunan yang sudah mencapai 95 persen itu diterjang banjir. Bagian pondasi bangunan ambruk dan 3 paku bumi bangunan tersebut lepas dari cangkangnya. Alhasil, bangunan anyar itu pun nyaris tak bisa diselesaikan.

“Pondasinya ambruk, berlubang besar. Tembok banyak pecah, 3 paku bumi lepas. Sekitar 2 kamar dan 8 toilet rusak dan tidak bisa ditempati,” kata Kiai Ansori, pengasuh Pesantren Nurud Dhalam, Senin (1/2).

Bangunan dua lantai itu, lanjutnya, direncanakan akan diresmikan pada bulan Maret mendatang. Namun, rencana tersebut terpaksa harus diurungkan. Sebab, bangunan yang menelan dana sekitar Rp 200 juta itu rusak parah.

Menurutnya, bangunan yang hampir jadi itu tak bisa dilakukan finishing. Pihak kontraktornya angkat tangan dan harus mengerjakan perbaikan itu dari awal. Sehingga pesantren membutuhkan uluran dana sebesar Rp 150 juta.

“Sudah nggak bisa dilanjutkan ini. Harus dibangun ulang. Tapi sebelum itu, kami juga harus membangun plengsengan sungai agar tak terjadi banjir lagi,” tuturnya.

Kiai Ansori tak habis pikir bakal terjadi banjir di pesantrennya. Padahal dari dulu, tak pernah terjadi banjir wilayah tersebut. “Baru kali pertama ini banjir. Semoga ada pihak yang bisa membantu bangunan itu dan memberikan bantuan dana untuk pesantren,” harapnya. (yek/iwy)


Bagikan Artikel