Peristiwa

Pipa PDAM Gili Putus, Diduga Kena Jangkar Kapal


SUMBERASIH – Warga Pulau Gili Ketapang, Sumberasih Kabupaten Probolinggo sedang susah. Saluran pipa PDAM yang mengalirkan air bersih ke Gili Ketapang terputus. Alhasil, sementara ini warga Gili Ketapang mengandalkan air hujan untuk kebutuhan air bersih.

Pipa berukuran delapan dim itu disebutkan putus pada Jumat (29/1) lalu. Diduga, pipa itu putus terkena jangkar kapal tanker yang melintas.

Direktur PDAM Kabupaten Probolinggo Gandhi Hartoyo membenarkan peristiwa tersebut. “Iya betul, sekarang masih dalam proses perbaikan,” kata Gandhi, kemarin (31/1).

Gandhi mengatakan, saat ini pihaknya masih berkonsentrasi dengan perbaikan pipa tersebut. “Pemenuhan kelengkapan alat sudah tersedia, di antaranya alat penyambung pipa, pembuatan pemberat beton 40 pasang. Kita target lusa selesai,” kata mantan ketua KPU Kabupaten Probolinggo ini.

Namun menurutnya, karena kondisi cuaca yang kurang baik, pekerja kesulitan untuk menemukan pipa yang terputus. “Tadi penyelam masih belum berhasil menyelam untuk mencari posisi pipa putus di dasar laut, karena cuaca masih belum memungkinkan,” terangnya.

Terkait kebocoran ini, Gandhi mengatakan bahwa pada Jumat (29/1) sore ada laporan jika air PDAM yang mengaliri seluruh Pulau Gili mati. Sehingga pihaknya mulai melakukan pengecekan. Namun pipa 8 dim yang mengalir ke Pulau Gili itu saat dilakukan pengecekan saluran di darat, tremasuk dari sumbernya yang berada di Ranu Agung, tidak ada masalah. “Malamnya itu kami curiga jika ada kebocoran di dasar laut,” katanya.

Rupanya, dugaan terjadinya sambungan pipa yang putus di dasar laut itu diperkuat dengan adanya pipa yang mengambang. “Jadi paginya ada laporan jika pipa PDAM mengambang. Sehingga dugaan kami pada malamnya itu benar. Bahwa kebocoran terjadi di dasar laut,” katanya.

Setelah dilakukan pengecekan, rupanya saluran pipa 8 dim terpuuts. Diduga, pipa terkena jangkar dari kapal tanker batu bara. “Kami tidak mau menyebutkan kapal tanker batu bara milik perusahaan apa. Yang jelas, hasil penelusuran kami bahwa pipa itu putus akibat kapal tanker,” katanya.

Sabtu (30/1) pagi, PDAM langsung meninjau lokasi. Dan sorenya PDAM langsung melaporkan hal tersebut ke Polres Probolinggo Kota untuk dilakukan penyelidikan. “Jadi dari Pulau Gili, sorenya kami langsung laporan ke polresta,” katanya.

Gandhi menyebutkan bahwa perbaikan tidak makan waktu lama, diperkirakan hanya 3-4 hari. Namun untuk biayanya bisa menelan anggaran Rp 100 juta. “Tapi kami masih belum lakukan penelusuran di dasar laut. Jadi, putusnya pipa itu seperti apa, kondisinya bagaimana, namun untuk perbaikanya jika Rp 100 juta habis itu. Soalnya  memang dilakukan di dasar laut,” tandasnya.

Andalkan Air Hujan

Sementara suplai air bersih dari PDAM terganggu, warga Gili Ketapang pelanggan PDAM kini  mengandalkan air hujan. “Ya untungnya masih musim hujan. Jadi, warga kami sebagian mengandalkan air hujan untuk ditandon,” jelas Kades Gili Ketapang Suparyono.

Kades Suparyono menambahkan memang sejak pipa PDAM terputus, tidak semua warga terdampak. Warga dekat pipa masih teraliri air PDAM. “Jadi masih ada sisa air dari pipa besar. Kalau bagian utara sudah mengandalkan air hujan,” jelasnya.

Ia berharap, perbaikan bisa secepatnya selesai. “Harapannya seperti itu, biar warga beraktivitas kembali normal,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur PDAM Gandhi Hartoyo memastikan tandon air untuk masyarakat Gili masih cukup sampai hari ini. “Kami sudah siapkan air di dermaga bila memang sudah tidak air sama sekali, tetap kami perhatikan kok,” tandasnya. (rul/iwy)


Bagikan Artikel