Peristiwa

Dr Sarojo Tutup Usia Terpapar Covid


PROBOLINGGO – Satu lagi tokoh medis di Kota Probolinggo meninggal dunia setelah terpapar virus corona. Kali ini dokter spesialis anak yaitu dr Sarojo (81), menghembuskan nafas terakhir di RSUD dr Moh. Saleh Kota Probolinggo, Minggu (10/1) sekitar pukul 08.00.

Bapak yang memiliki tiga anak tersebut masuk RSUD sejak lima hari sebelumnya. Sarojo masuk RSUD karena mengalami demam yang tak reda. Hal tersebut diungkap Plt Direktur RSUD dr Abraar HS Kuddah, usai melepas jenazah dokter seniornya itu kemarin.

Menurut dokter Abraar, dokter Sarojo adalah pasien covid pasien tanpa penyakit penyerta. Sedangkan virus corona yang menyerang adalah geriatri, yang dikenal dengan istilah virus seribu wajah.

Gejalanya, demam terus menerus, batuk dan susah menelan, sehingga yang bersangkutan dibawa ke RSUD. “Selasa minggu lalu masuk RSUD. Meninggalnya tadi sekitar pukul 08.00,” ujar Abraar.

 Hasil tracing terhadap keluarga, pasien, dan orang yang perah bertatap muka dengan dr Sarojo, hasil VCR-nya negatif. Dengan demikian, virus yang menyerang dokter tidak menular ke orang lain.

Dokter Abraar menyatakan, siapapun bisa tertular virus corona, begitu juga para tenaga kesehatan (nakes) termasuk dokter. Maka yang penting pihaknya sudah memberikan APD dan sarana prasarana kelengkapan lain kepada seluruh nakes agar dipakai saat menangani pasien covid. Termasuk saat praktek di luar RSUD.

Lalu sebagai juru bicara Satgas Penanganan dan Percepatan Covid-19 Kota Probolinggo, dokter Abraar berharap para nakes dan masyarakat agar selalu disiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes) dan menjaga imun. Sebab, pandemi Covid-19 masih berlangsung. “Tetap jaga imun dan taati prokes,” katanya sebelum menuju pemakaman.

Hal senada disampaikan ketua IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Cabang Kota Probolinggo  dr Intan Sudarmadi. Ia berharap seluruh nakes untuk tidak meremehkan virus corona dan selalu mengenakan APD saat bertugas serta tertib prokes. “Kami mengingatkan teman-teman sejawat (IDI) untuk tidak meremehkan virus ini,” katanya.

Disebutkan, dokter Sarojo adalah dokter paling senior di Kota Probolinggo. Dokter  Sarojo merupakan perintis beberapa rumah sakit di Kota Probolinggo. “Beliau suri tauladan kami. Jam berapapun dibutuhkan, beliau selalu hadir. Tengah malam saat kami butuh dokter anak, beliau datang. Ini patut ditiru oleh teman-teman sejawat,” harapnya.

Di tempat yang sama, dr Aminudin selaku pendiri sekaligus pemilik RSIA Amanah mengatakan, dokter Sarojo adalah dokter yang menangani pasien tiga generasi. Dedikasinya tinggi dan tanpa kenal lelah disegala waktu. “Jasanya banyak. Patut ditiru para anggota IDI,” katanya. (gus/iwy)


Bagikan Artikel