Peristiwa

Hindari Tes Rapid Antigen, Pedagang Pilih Tak Berjualan


KRAKSAAN – Dalam beberapa hari terakhir, banyak pedagang di Pasar Semampir Kraksaan memilih untuk menutup lapaknya atau tidak berjualan. Itu karena pemilik lapak menghindari tes rapid antigen yang dilakukan Satgas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo yang dilakukan Selasa (5/1).

Koordinator Pasar Semampir Joeli Santoso mengatakan, sudah sejak Minggu (3/1) lalu banyak pedagang yang tidak masuk. Hal itu diyakininya sebagai inbas adanya informasi tes rapid antigen di Pasar Semampir. Sebab, Kecamatan Kraksaan bersama dengan 6 kecamatan lainnya berada di zona merah Covid-19.

“Minggu itu sudah banyak yang tidak berjualan, termasuk kemarin (Senin, red). Katanya mereka takut kalau sampai terkena tes rapid ini,” kata Joeli, Selasa.

Ia pun sama sekali tidak menduga ratusan pedagang bakal meliburkan diri secara bersamaan. Bahkan ia mengungkapkan, lebih dari separo lapak yang ada di pasar setempat ditutup pedagangnnya. Lebih lanjut ia menyebut, dari 500 lapak yang ada, sekitar 60 persen lapak yang ada ditutup.

“Saya heran, pedagangnya kan banyak, kok sepoertu janjian. Alasannya ada yang bilang sakit, bepergian dan yang lainnya. Untungnya ada beberapa pedagang sadar dan mau di rapid antigen,” paparnya.

Ia menduga, rencana pedanga yang menutup lapaknya itu sudah direncanakn sejak adanya kabar tes rapid antigen yang menyebar di sosial media (sosmed) sejak Kamis lalu (31/12). Sehingga pedagang mulai memperkirakan jika tes rapid akan dimulai sejak hari pertama kerja di 2021.

“Targetnya memang pedagang. Berhubung banyak yang libur, akhirnya petugas menghentikan pengguna jalan yang lewat di sekitar Pasar Semampir untuk dirapid antigen,” ungkap dia.

Siti Aminah, salah seorang pedagang di Pasar Semampir mengatakan, dirinya mengaku pasrah dan bersedia untuk mengikuti rapid antigen. Selain hal tersebut bertujuan untuk memastikan kesehatannya, rapid antigen tersebut juga tidak dipungut biaya sama sekali.

“Sudah pasrah apa pun hasilnya, sebenarnya saya juga tutup lapak tapi tetap datang untuk diperiksa, karena ingin tahu kesehatan saya. Alhamdulilah hasilnya baik-baik saja,” katanya. (ay/iwy)


Bagikan Artikel