Peristiwa

Mayat Pria Mengapung di Gladak Serang


PROBOLINGGO – Ansori (45), warga Jalan Sunan Bonang RT 2 – RW 14, Kelurahan/Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo ditemukan tak bernyawa di sungai Gladak Serang. Tubuhnya ditemukan tak bernyawa dalam kondisi mengapung di sungai tersebut, Senin (21/12) sekitar pukul 09.30.

Belum diketahui penyebab meninggalnya Ansori. Yang jelas, peristiwa yang sempat menggegerkan warga dan pengguna jalan itu masih diselidiki Polres Probolinggo Kota.

Saat ditemukan, tubuh korban dalam posisi tengkurap dan mengapung. Tubuhnya terbalut kaos dan celana pendek abu-abu.
Yang menemukan pertama kali jenazah itu adalah remaja saat mencari biawak di sungai.

Keberadaan mayat itu kemudian diberitahukan kepada warga sekitar dan diteruskan ke Polres Probolinggo Kota. Tak berapa lama kemudian, petugas datang diikuti ambulans RSUD dr Moh. Saleh. Warga pun berdatangan untuk menyaksikan penemuan mayat tersebut.

Saking banyaknya warga menonton, petugas sampai kewalahan mengosongkan lokasi kejadian untuk keperluan identifikasi. Lalu tiba-tiba seorang perempuan paro baya datang menerobos garis polisi.
Petugas tidak berdaya setelah perempuan yang mengaku bernama Suparmi (43) itu mengaku akan melihat pria yang ditemukan tewas tersebut.

Alasannya, dia perlu memastikan apakah mayat pria yang tak bergerak di dalam sungai tersebut suaminya atau bukan.
Sebab, pria yang menikahinya puluhan tahun itu semalaman belum pulang. “Dari tengah malam sampai pagi, enggak pulang. Mungkin itu suami saya. Saya mau melihat Pak. Mudah-mudahan bukan suami saya,” katanya.

Begitu jasad diangkat oleh petugas kamar jenazah RSUD dr Moh. Saleh dan Suparmi melihat wajah mayat, jerit dan tangisnya langsung pecah. Perempuan yang biasa dipanggil Mimi tersebut membenarkan kalau jasad yang hendak dibawa ke kamar mayat itu aadalah suaminya.

“Ya benar, itu suami saya, ” katanya sambil menangis sejadi jadinya. Kepada petugas yang mendampingi, Suparmi mengaku kalau suaminya tidak punya riwayat penyakit. Ia dan suaminya tidak pernah cekcok. Dan korban tidak memiliki musuh.

Disebutkan, sekitar pukul 21.00, suaminya berpamitan keluar mengendarai sepeda motor. “Enggak tahu pergi ke mana. Pokoknya keluar pakai sepeda motor,” katannya.

Tiba-tiba perempuan yang tinggal di Jalan Sunan Bonang RT 2 – RW 14, Kelurahan/Kecamatan Kanigaran tersebut mulanya mendengar kalau ada penemuan mayat. Tanpa pikir panjang Suparmi, langsung menuju tempat penemuan mayat yang jaraknya sekitar 400-an meter dari rumahnya. Ternyata, jasad yang ditemukan anak kecil itu adalah suaminya.

Hal senada juga diungkap, ketua RT 2 RW 14 Sumiyati. Menurutnya pria yang kesehariannya menjadi kuli bangunan tersebut, penyabar dan ini tidak pernah cek-cok atau bertengkar dengan istrinya. “Saya tidak tahu perginya. Pagi tadi istrinya nyari korban. Katanya semalaman enggak pulang. Suaminya penyabar, enggak pernah bertengkar sama istrinya, apalagi dengan tetangga,” katanya singkat.

Untuk diketahui, sekitar 10 meter dari lokasi penemuan mayat, ditemukan satu gulung tali rafia merah ukuran kecil. Bungkusnya sudah terbuka dan sebagian rafia sudah dipotong. Petugas juga menemukan tali rafia yang diikat ke pohon glodok tiang di pinggir sungai.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Polrest Probolinggo Kota.
Wakapolresta Kompol Teguh Santosa saat dikonfirmasi pagi kemarin menyatakan masih belum mendapat laporan tentang penemuan mayat. (gus/iwy)


Bagikan Artikel