Peristiwa

Operasi Yustisi, Ratusan Warga Terjaring


PROBOLINGGO – Operasi yustisi penegakan protokol kesehatan (prokes) secara serentak di 24 kecamatan digelar perdana Selasa (1/12). Di hari pertama ini Tim Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo berhasil menjaring ratusan pelanggar prokes. Alhasil, masyarakat yang kedapatan melanggar tersebut harus rela mendapatkan sanksi dari tim satgas Covid-19.

Koordinator Keamanan dan Penegakan Hukum Tim Satgas Covid-19 Ugas Irwanto mengatakan, masih banyak masyarakat yang terjaring dalam operasi yustisi. Ini  menunjukkan bahwa saat ini masyarakat sudah kembali longgar dalam penerapan protokol kesehatan.

“Bukan hanya di Probolinggo, di luar daerah juga sama. Masyarakatnya sudah kembali longgar. Makanya, kami dari Satgas Kabupaten dan Kecamatan turun lagi,” katanya, Selasa (1/12).

Ia menjelaskan, pihaknya sudah menyediakan berbagai macam sanski bagi para pelanggar prokes. Mulai dari sanski sosial seperti halnya menyapu makam dan puskesmas, sampai dengan sanksi denda.

“Tapi sebenarnya kami lebih menekankan kepada sanksi sosialnya, karena sebetulnya ini yag lebih berat. Dan bisa membuiat efek jera bagi para pelanggar.

Ia mengunkapkan, pada hari pertama operasi yustisi serentak tersebut, tercatat Kecamatan Paiton yang berhasil menjaring pelanggar terbanyak, jumlahnya 61 orang. Kemudian Kecamatan Sukapura dengan 51 pelanggar. Berikutnya Kecamatan Gending dengan 36 pelanggar.

Selanjutnya, hingga berita ini ditulis, tercatat baru 15 kecamatan yang melaporkan hasil dari operaasi yustisinya. Ugas pun menjelaskan, pihaknya akan terus melakukan operasi yustisi serentak ini hingga akhir Desember.

Dan mulai hari ini (Rabu), semua sanksi akan disamakan antar kecamatan. “Sekarang hari pertama kami jadikan sebgai pemanasan. Tetapi mulai besok, sanksi akan kami samakan,” papar Ugas kemarin. (ay/iwy)


Bagikan Artikel