Peristiwa

Berita Duka, Kiai Aziz Fadhol Tutup Usia


KADEMANGAN – Salah seorang ulama kharismatik Kota Probolinggo Probolinggo, KH Aziz Fadhol, tutup usia. Kiai Aziz meninggal dunia Minggu (22/11) pukul 01.30 di RSU Dharma Husada Kota Probolinggo setelah menjalani perawatan atas komplikasi penyakit.  Kiai Aziz Fadhol meninggal dalam usia 67 tahun.

Kiai Aziz dikenal sebagai tokoh pendiri yang sekaligus pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Hidayah, Kelurahan/Kecamatan Kademangan. Kepergiannya menyisakan duka mendalam di kalangan santri dan masyarakat Probolinggo. 

Kemarin, para tokoh politik dan jajaran pejabat pemerintah daerah di Probolinggo juga tampak melayat di rumah duka. “Beliau merupakan sosok yang lembut dalam memberikan pencerahan dan juga istikamah dalam perjuangan. Patut dijadikan panutan,” ujar Walikota Probolinggo Hadi Zainal Abidin saat bertakziah di rumah duka.

Sementara, Mustasyar PCNU Kota Probolinggo KH Nizar Isryad mengatakan,  masyarakat Kota Probolinggo sangat kehilangan.  “Kehilangan tokoh panutan dan kharismatik,” kata pria yang juga menjabat ketua MUI Kota Probolinggo ini.

Menurutnya, Kiai Aziz Fadhol merupakan sosok pendiam. Meski tak banyak bicara, namun sikap, akhlak serta tausiyahnya sangat indah dan menjadi panutan. “Tausiyahnya sangat menyejukkan untuk kondusifitas Kota Probolinggo,” kata Mantan Wakil Rais Syuriah PCNU Kota Probolinggo dua periode ini.

Sementara, almarhum Kiai Aziz Fadhol selama ini menjabat Rais Syuriah PCNU Kota Probolinggo tiga periode. Beliau pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Nurul Hidayah, Kademangan.

“Beliau sosok yang lembut, namun tegas dalam prinsip. Menjaga khittah nahdliyah selama kepemimpinannya adalah pelajaran terpenting dari sosoknya,” kata Sekretaris PCNU Kota Probolinggo H. Ilyas Rolis.

Ilyas mengatakan, menakhodai NU di antara tarikan kepentingan politik praktis bukankah hal mudah. Namun Kiai Aziz Fadhol mampu menjalankan prinsip khittah tanpa harus menyakiti pihak lain.

Dalam sikap keseharian, lanjut Ilyas, Kiai Aziz Fadhol juga menjadi contoh. Dekat dengan siapa saja. Mulai pejabat hingga full timer PCNU. Seolah tanpa sekat dan jarak. “Dalam banyak sikap diamnya, beliau memberikan inspirasi yang berlimpah,” katanya.

Sementara, Wakil Ketua Fatayat NU Cabang Kota Probolinggo Hj Umil Sulistyoningsih menyebut bahwa Kiai Aziz juga menjadi salah satu sesepuh NU yang sabar, sederhana dan penuh wibawa. “Tidak jarang kiai seringkali memberikan wejangan dan wawasan dalam perjuangan berkhidmat di NU. Kami sangat kehilangan beliau,” tuturnya. (rul/iwy) 


Bagikan Artikel